Batang – medijateng.net

Dasuri warga Desa Josari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang ini tidak terima tanahnya dieksekusi petugas juru sita, Pengadilan Negeri Batang, Kamis (4/05).

Dasuri menolak putusan pengadilan tersebut karena merasa harga tanahnya dibawah harga pasaran. Sempat bersitegang antara Dasuri dan Petugas eksekusi lahan miliknya.

“saya tidak mau menjual tanah saya karena dibeli dibawah harga pasar tidak seperti tanah desa ataupun pabrik,” katanya.

Dasuri menjelaskan tanah miliknya hanya di hargai 270-360 ribu permeternya, padahal tak jauh dari tanah miliknya ada tanah milik Desa dibeli dengan harga Rp.1,4 juta permeternya.

Perlawanan Dausri tidak hanya sekedar berteriak-terik saja. Saat alat berat mulai menggusur tanaman yang ada di 3 bidang tanahnya, Dausri langsung mengambil bambu untuk menghentikan alat berat. Namun upaya Dausri dihalang-halangi kerabat dan petugas, mengingat membahayakan. Usahanya sia- sia karena eksekusi tetap berjalan.

Sementara itu petugas juru sita Pengadilan Negeri, Muhamad Asnawi, menegaskan, pihaknya melakukan eksekusi atas perintah Kepala PN Batang. (MJ-808)