Grobogan – mediajateng.net

Kendati mudah ditanam dan mudah tumbuh, namun permasalahan cabai masih terus menjadi masalah serius yang dihadapi masyarakat. Bahkan, permasalahan harga cabai sudah berdampak pada munculnya cabai import di pasaran.

Parahnya, cabai yang diimpor dari negara Thailand bukanya cabai segar namun cabai kering dimana, cabai yang dikeringkan sebelumnya hanya digunakan warga Indonesia untuk kebutuhan penyediaan bibit pertanian.

Di Pasar Purwodadi, ketersediaan cabai kering dari negara Thailand, masuk dari sejumlah daerah seperti Tegal, Brebes, Cilacap dan Bandung. Cabai yang masuk, merupakan cabai kering merah panjang. Sebelum dipasarkan, bahkan, pedagang harus memotong tangkai cabai terlebih dahulu.

Sulastri, pedagang di Pasar Purwodadi, mengaku, cabai kering merah dijual sudah dalam kondisi dikeringkan. Saat ini, ketersediaan cabai kering menjadi alternatif menggantikan cabai segar yang mulai ditinggalkan harganya mencapai Rp 150 ribu perkilogram.

Sulastri menambahkan harga cabe merah rawit yang mahal membuat pedagang beralih dengan mengunakan cabe merah kering yang di import dari Thailand. Cabai merah kering di Pasar Purwodadi dipasok dari Tegal, Cilacap, Brebes dan Bandung.

“Pilihan beralih ke cabai merah kering, tidak saja karena harga cabai merah setan yang sangat tinggi sehingga tidak mampu dibeli masyarakat,” tambahnya. (MJ-303)