Semarang-medijateng.net
Tingginya harga cabai rawit telah mendorong terjadinya inflasi bulan Februari 2017 diseluruh kabupaten kota di Jawa Tengah. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah melaporkan telah terjadi inflasi sebesar 0, 51 persen pada bulan Februari disebabkan kenaikan harga di kelompok tarif listrik , harga komoditas bawang merah, cabai rawit, dan tarif komunikasi.
 
“Suplai cabai rawit di sektor pasar tradisional sangat terbatas, akibat cuaca yang kurang bersahabat saat ini. Akan tetapi permintaan cabai di pasar sendiri justru tetap tinggi.” kata Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Margo Juwono, hari ini Rabu ( 1/3 ) di kantornya kawasan jalan Pahlawan Semarang
 
Menjaga kenaikan inflasi agar tidak semakin tinggi, BPS Jawa Tengah berharap ada gerakan bersama di tengah masyarakat agar suplai di tingkat pasar tetap tersedia. Kebijakan gerakan menanam cabai di sektor rumah tangga sudah dikeluarkan oleh Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Namun BPS Jawa Tengah melihat kebijakan tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap inflasi.
 
Inflasi tertinggi terjadi di kota Kudus dengan nilai inflasi mencapai 0,93 persen diikuti kota Cilacap sebesar 0,69 persen. Sementara inflasi terendah berada di kota Tegal dengan nilai mencapai 0,32 persen. (MJ-202)

4 KOMENTAR

Comments are closed.