Grobogan-mediajateng.net

Harga cabai di beberapa pasar tradisonal Kabupaten Grobogan terus melijit. Cabai rawit merah, misalnya, yang seminggu lalu hanya sekitar Rp 85 ribu, kini naik menjadi Rp 150 ribu perkilogram. Cabai rawit hijau yang semula hanya Rp 60 ribu, naik menjadi Rp 85 ribu perkilogram.

“Saya tidak tahu Mas, kenapa sejak seminggu ini harga cabai tidak turun-turun tetapi malah naik terus,” ujar Komariyah (35), warga Penawangan, usai membeli cabe di Pasar Induk Purwodadi, Minggu (12/3).

Hal itu dibenarkan Sutirah (36), pedagang cabe setempat. Harga cabai cenderung naik sejak beberapa hari terakhir. Melejitnya harga cabai menurutnya karena terbatasnya suplai dari pemasok.

“Katanya sih karena hasil panen cabai menurun, sehingga terjadi kelangkaan di pasar,” terangnya.

Akibat kenaikan harga dan terbatasnya stok, sejumlah pedagang di daerah itu mendapat suplai cabai merah kering dari Thailand. Cabai impor dipasok dari pedagang asal Tegal, Brebes dan Bandung.

“Harganya jauh lebih murah dari cabai basah. Setiap kilogramnya hanya sekitar Rp 50 ribu. Ternyata banyak pembeli yang mau karena harganya lebih murah,” ujarnya.

Seorang petani cabai di Karangrayung, Sutomo (47), menjelaskan, tingginya harga cabai di daerahnya salah satunya disebabkan curah hujan cukup tinggi, sehingga memicu bertambahnya biaya perawatan tanaman cabai.

“Saya punya tanaman cabai setengah hektare. Seminggu dua kali saya harus mengeluarkan Rp 300 ribu untuk biaya perawatan. Mulai dari penyiangan, pemupukan, penyemprotan pestisida hingga biaya upah tenaga. Jika tidak kita rawan, bisa gagal panen saat musim penghujan,” terangnya.

Selama tiga bulan, yaitu sejak tanam hingga masa panen tiba, ia mengaki sudah 24 kali melakkan penyemprotan dan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 6 juta. Meski begitu, hasil panen yang diperoleh tidak sesuai yang diharapkan.

Disebutkan, jika cuaca normal, satu batang cabai bisa menghasilkan delapan ons cabai atau sekitar delapan ton cabai untuk lahan setengah hektare. “Karena curah hujan tinggi, satu batang tanaman cabai hanya mampu menghasilkan dua ons atau sekitar dua ton untuk lahan setengah hektare,” tambah Kasturi (MJ-505)