Harga BBM Turun, Nelayan Malah Enggan Melaut

3
kapal diparkir
DIPARKIR : Ratusan kapal nelayan di Tambaklorok

Semarang, MediaJateng – Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan Pemerintah Pusat belum lama ini ternyata belum bisa dinikmati rakyat kecil yang bermata pencaharian nelayan. Pasalnya, meskipun senang dengan turunnya harga solar dari Rp 6.700 per liter menjadi ke Rp 5.650 per liter, cuaca buruk dan ombak yang besar membuat nelayan tidak bisa melaut untuk mencari ikan.

Bajuri (40), nelayan Tambak Lorok, Semarang menjelaskan jika turunnya bahan bakar solar terjadi saat musim hujan dengan ombak yang besar. Sehingga nelayan belum bisa melaut dan belum berdampak besar bagi kesejahteraan nelayan. ” Tetep senang harga solar turun, tapi ya belum bisa merasakan secara langsung,” katanya.

Bila nekat melaut, lanjut Bajuri hasil tangkapan ikan dinilai tidak maksimal dan tidak sesuai modal yang dikeluarkan. Apalagi resiko yang harus ditanggung jika kapal terbalik ataupun karam. ” Yang ada hanya udang dan ikan kecil,” keluhnya.

Hal yang sama diamini oleh Puryani (48) nelayan kecil lainnya, ketika musim hujan tiba saat melaut, ia hanya bisa mendapatkan 3-4 kilogram udang dan ikan kecil dengan estimasi sekali melaut menghabiskan solar 20 liter. ” Keuntungannya tidak sebanding, tapi lumayan lah harga solarnya turun,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Tiga Berlian, Tambaklorok, Ahmad Sueb, mengatakan jika tidak hanya nelayan kecil yang belum bisa menikmati turunnya harga solar yang dilakukan pemerintah. Nelayan dengan kapal yang besar pun belum berani melaut lantaran besarnya ombak di perairan pulau Jawa.

“Ditengah laut ombaknya tambah besar, resikonya tiangnya patah hingga membuat kapal karam,” keluhnya. Menurut dirinya, nelayan dengan kapal besar maupun kecil lebih memilih memarkir kapal didermaga sambil menunggu puncak musim hujan berlalu. ” Maret baru bisa kerja lagi, kalau bisa sih harga solar jangan naik lagi. Kasihan kami warga kecil,” harapnya.(M.J069)

Comments are closed.