SEMARANG, Mediajateng.net, – Pembongkaran terhadap 97 bangunan liar di Kampung Tambakrejo RT 5 RW 16 Kecamatan Semarang Utara, tetap berdasarkan pada proses hukum. Dimana pemukiman liar tersebut dapat mengganggu keberlangsungan proses normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT).

Demikian disampaikan Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto. Menurutnya, pemkot Semarang melalui jajarannya telah melakukan sosialisasi dan mediasi. Hal ini dilakukan karena warga menempati bantaran kali yang terkena proyek normalisasi sungai.

“Hari ini kita mulai penertiban 97 hunian liar di Kalimati. Sekarang kan terus berjalan normalisasinya dan ini kalau tidak di tertibkan bisa menghambat ,” kata Endro.

Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Semarang Utara, Aniceto Magno Da Silva. Dikatakan Aniceto, pihaknya sebenarnya mengaku berat hati harus dilakukan eksekusi tersebut. Namun, area tersebut akan terkena dampak proyek normalisasi BKT.

“Sebenarnya saya berat hati jika untuk menertibkan mereka, namun bagaimana lagi karena mengganggu normalisasi BKT,” ujar Aniceto. Apalagi upaya mediasi yang beberapa kali dilakukan selaku diingkari sendiri oleh warga. Padahal para penghuni tersebut disiapkan Rusunawa Kudu dan beberapa rusunawa lain yang bisa ditempati.

“Kita juga berikan uang tali asih kok, untuk satu KK mendapatkan bantuan sebanyak Rp 1,5 juta. Untuk 30 KK sudah mengambil, sisanya memang belum, kita sudah melakukan mediasi untuk relokasi selama satu tahun terakhir ini,” katanya. (ot/mj)