Grobogan, Mediajateng.net – Seorang guru TK di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan ditemukan tim SAR dalam keadaan sudah tak bernyawa, Selasa (23/20/2018) dinihari di pintu air Sarangan, dusun Dawung, Desa Sugihan, Kecamatan Toroh. Jasad korban yang diketahui bernama Supiyem (47) langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa ini bermula ketika korban yang tinggal di Dusun Beru RT 001 RW 008 Desa Genengadal, Kecamatan Toroh ini berboncengan dengan anaknya, Safrina Luvitasari (15) dengan sepeda motor matik bernopol K 4145 NZ, Senin (22/10/2018) sekitar pukul 18.15 WIB.

Saat itu, cuaca sedang hujan deras. Keduanya melintasi saluran irigasi yang berada di Dusun Jalakan, Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh dari arah barat. Sesampainya di dekat lokasi, korban mengendarai motornya terlalu ke pinggir jembatan saluran irigasi yang sudah tertutup air itu. Akibatnya kedua korban tercebur ke dalam sungai.

Sugiyanto (45) saksi mata yang kebetulan melintas di jembatan tersebut mendengar teriakan minta tolong. Ia bersama Nata Nandriyanto (19) yang sama-sama melintasi jembatan itu langsung menolong korban. Saat itu, korban yang ditolong yakni Safrina, anak Supiyem. Safrina pun selamat. Namun, ia terlihat panik ketika mengetahui ibunya tidak ada bersamanya.

“Setelah diselamatkan, anaknya ini cerita kalau ibunya juga tenggelam. Lalu kami melapor ke perangkat desa setempat,” kata Sugiyanto.

Mendapat laporan dari warga, beberapa saat kemudian petugas dari Tim Sar PMI Grobogan dan Polsek Toroh langsung menyisir aliran sungai untuk mencari korban. Sampai pada Selasa (23/10/2018) pukul 00.15 WIB, korban berhasil ditemukan 2 kilometer dari TKP utama. Tepatnya di pintu saluran irigasi yang berada di Dusun Dawung, Desa Sugihan, Kecamatan Toroh.

Korban langsung dievakuasi dan dilanjutkan pemeriksaan oleh tim medis Toroh dan tim inavis Polres Grobogan. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan.

Kades Genengadal Pamuji membenarkan, bahwa korban yang ditemukan tenggelam merupakan warganya. Korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Sementara itu, Kasi Yansoskesmas PMI Grobogan Gesit Kristyawan mengatakan, korban meninggal dunia tercebur di sungai irigasi berkedalaman 3 meter dan lebar 6 meter. Diperkirakan, kata dia, jarak antara korban dengan anaknya sekitar 200 meter. Namun, hanya Safrina yang tertolong warga.

“Korban atas nama Supiyem meninggal dunia setelah ditemukan di saluran irigasi yang berada di Dusun Dawung, Desa Sugihan, Kecamatan Toroh. Sementara untuk korban selamat yakni Safrina yang juga anak korban sudah dibawa ke Puskesmas 1 Toroh untuk menjalani perawatan intensif,” pungkas Gesit. (Ag-MJ)