GROBOGAN, Mediajateng.net- Gerakan literasi sangat positif di bidang pendidikan. Dengan literasi, insan pendidikan baik guru maupun murid memperoleh banyak ilmu yang berguna. Seperti yang dilakukan Faiyah Dian Iswari. Seorang guru SD di Kabupaten Grobogan ini mampu menghasilkan karya unik berbekal dari gerakan literasi yang ia lakukan bersama sejumlah murid-muridnya.

Faiyah, sapaannya, menuturkan, berkat sebuah buku yang dibacanya, ia menemukan sumber pengetahuan tentang percobaan kentang yang dapat dipergunakan sebagai sumber listrik. Faiyah pun terinspirasi dan akhirnya ia mengajak beberapa siswanya untuk bereksperimen.

Diterangkan Faiyah, aliran asam sitrat dalam jeruk nipis dapat dimanfaatkan semua orang dalam menghasilkan tenaga listrik dengan tegangan yang besar. Namun, perlu adanya rangkaian listrik yang tepat.

“Kalau dipasang pararel lampu tidak akan menyala. Namun, ketika dipasang secara seri maka akan didapatkan tenaga yang lebih besar sesuai dengan keinginan. Jika satu buah jeruk nipis menghasilkan 0,2 volt maka untuk menyalakan lampu LED 2 volt maka diperlukan rangkaian 10 jeruk nipis,” jelasnya sambil memperlihatkan rangkaian jeruk nipis tersebut.

Faiyah menjelaskan, kandungan C7H807 (asam sitrat) dalam jeruk nipis yang dirangkaikan dalam kabel seri ini memang menghasilkan voltase kecil. Namun, dapat menjadi sumber listrik alternatif.

“Fungsinya memang seperti batrai. Asam pada jeruk mampu mengeluarkan tenaga listrik hingga 0,2 volt. Sebenarnya memang yang dihasilkan kecil, tetapi jeruk mampu menjadi energi alternatif,” kata Faiyah Dian saat ditemui dalam Festival Literasi di Alun-alun Purwodadi, Selasa (27/11) kemarin.

Untuk menghasilkan penerangan yang maksimal, lempengan besi atau paku yang berfungsi sebagai penghantar dan kabel penghubung dibuat sama panjang.

“Untuk satu lampu LED dan 10 jeruk dapat menyala hingga 24 jam,” tambah Faiyah.

Selain itu, ia juga menjelaskan jeruk nipis dan jerik lemon dapat menghasilkan listrik dengan rangkaian kabel dan baterai buah secara seri. Hasilnya sempurna saat terjadi reaksi redoks yanh spontan pada rangkaian kabel tersebut.

Redoks sendiri merupakan akronim reaksi reduksi dan oksidasi. Yakni reaksi oksidasi atom-atom dalam sebuah reaksi kimia.

“Oksidasi pada buah terlihat pada buah yang segar menjadi layu. Jeruk nipis mengandung asam sitrat atau C6H8O7 yang membuat jeruk terasa masam. Asam sitrat termasuk elektronik lemah sehingga dapat dialiri arus listrik. Jadi jika kandungan asam sitrat pada jeruk sudah berkurang atau jeruk menjadi layu maka daya listriknya akan berkurang. Kesimpulannya, jika ingin daya listrik tambahan lagi salahsatu jeruk atau sebagaian jeruk bisa diganti,” tambahnya. (Ag-Mj)