SEMARANG, Mediajateng.net, – Dinas Perdagangan Kota Semarang memastikan sekitar 125 pedagang kaki lima (PKL) Karangtempel pindah ke Pasar Penggaron, Kamis (22/11/2018). Sementara itu sisanya sekitar 440 pedagang di Karangtempel dijadwalkan relokasinya seminggu kemudian ke area lahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto usai rapat dengan perwakilan PKL di kantor dinas perdagangan, Jalan Dr Cipto, Nomor 115, Rabu (21/11). Pihaknya meminta pedagang segera menyiapkan segala sesuatu terkait perihal relokasi tersebut.

“Relokasi ini dilaksanakan agar proyek normalisasi Banjirkanal Timur (BKT) yang sudah dimulai berjalan lancar,’’ ujarnya.

Fajar meminta pedagang menempati relokasi lebih dulu. Segala kekurangan fasilitas seperti air dan listrik di tempat relokasi akan segera dilengkapi.
“Sambil berjalan, nanti fasilitas yang kurang akan kami lengkapi. Terpenting pedagang bisa pindah dulu,’’ imbuhnya.

Suwardi salah satu pedagang yang akan direlokasi ke Pasar Penggaron mengaku pasrah soal kebijakan tersebut. Dia mengaku agak berat, sebab harus membangun tempat berjualan secara swadaya.

Menurutnya, satu kios berukuran sekitar tiga kali empat meter dibutuhkan biaya sekitar Rp 15 juta. Jumlah tersebut dirasa cukup memberatkan bagi dirinya.

“Tapi mau tidak mau ya harus pindah ke Pasar Penggaron. Saya bangun kiosnya ya pelan-pelan karena belum ada dana. Saya kira lapak saya tidak kena relokasi karena jauh dari bantaran sungai,’’ tandasnya. (ot/mj)