Semarang – mediajateng.net

Petugas Unit 2 Subdit 1 Industri Perdagangan dan Investasi (Indagasi) Direktorat Resese Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng berhasil membongkar sindikat dugaan pemalsuan pupuk cair yang sudah berlangsung 7 tahun dikawasan Kabupaten Demak. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan sengaja menhedarkan produk yang tidak sesuai dengan merk/label

Kasubdit 2 Indagsi AKBP Egy Adrian Suez menyebut pemilik usaha CV Randu Aji diketahui bernama Alfan Junaidi (42) warga Dusun Kuwu Rt 02/01 Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak yang juga merupakan gudang penyimpanan barang ilegal tersebut.

“pelaku ini melakukan pelanggaran tindak pidana sistem budidaya tanaman. Dia (Alfan) memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi atau atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan undang-undang,” ungkap AKBP Egy saat rilis kasus bertempat di kantor Ditreskrimsus Jalan Sukun, Banyumanik Selasa (21/11).

Egy menambahkan, darii penggerebakan yang dilakukan pada tanggal (16/11) lalu, pihaknya berhasik menyita ribuan botol dugaan pupuk cair yang dikemas dalam botol. Sedangkan untuk merk, Alfan sengaja memberi label berbagai merk.

” ada puluhan label yang ditembelkan dalam botol, padahal isinya sama hanya memperbanyak merk. Kalau nanti tidak laku akan diberi merk lain,”imbuhnya

Dalam menjalankan aksinya Alfan mendistribusikan atau menjual pupuk cair yang diduga palsu ini ke beberpa wilayah seperti Kudus, Rembang dan Pati demgan harga antara Rp.10 hingga 20 ribu per botolnya. Sedangkan bahan baku pupuk cair ini didaptkan pelaku dari Jawa Timur

” sudah 7 tahun beroperasi, omsetnya per birlan kisaran Rp.100 juta, sedangkan keuntungan perbulan mencapai Rp.10 juta,” ujarnya.

Lanjut Egy, untuk pupuk cair yang diduga palsu ini selanjutnya akan dikirim ke laboratorium pertanian di Bogor dan Ungaran untuk memastikan kandungan didalamnya.

Pelaku dijerar dengan pasal berlapis diantaranya Pasal 60 (1) huruf F UU RI no.12 tahun 1992 tebtang sistem budidaya tanaman dan Pasal 62 ayat (1) UU RI No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara . (MJ-303)