SEMARANG, Mediajateng.net- Suasana damai terlihat di Puri Gedeh Semarang, kediaman Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (28/1).

Siang itu, Gubernur Jateng dua periode tersebut mendapat tamu istimewa, yakni Wakil Gubernur Jateng era Mardiyanto, KH Achmad.

Datang seorang diri, KH Achmad langsung disambut Ganjar di teras rumahnya. Dengan senyum ramah dan sungkem, Ganjar langsung menuntun KH Achmad yang berjalan dengan bantuan tongkat penyangga itu menuju ruang audiensi di Puri Gedeh.

Keduanya kemudian bercengkrama dengan akrab sambil sesekali bercanda. Usai pertemuan selesai, Ganjar menuntun KH Achmad menuju mobilnya layaknya seorang anak pada ayahnya sendiri.

“Ini sesuatu yang luar biasa, saya sebagai generasi penerus, anak muda yang bau kencur sangat senang dan bangga sekali dinasehati dan diberikan masukan oleh para pendahulu. Betapa senang dan bahagianya saya atas kepedulian beliau pada Jawa Tengah dengan memberikan masukan, nasehat dan wejangan pada saya,” kata Ganjar.

Pertemuan itu lanjut Ganjar juga berlangsung tidak terencana. Awalnya, KH Achmad mengirimkan pesan singkat pada mantan anggota DPR RI itu untuk bersilaturahmi.

“Beliau luar biasa, tiba-tiba SMS saya ingin bersilaturahmi. Tentu saya sangat menyambut baik hal itu,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu lanjut Ganjar, KH Achmad banyak membuka memori mengenai aset Jawa Tengah yang dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Ganjar terkejut, di usia yang tidak muda lagi, KH Achmad masih memiliki ingatan yang sangat tajam.

“Beliau mengingatkan perihal aset milik Pemprov Jateng, yang saat beliau menjadi asisten dan Wagub dulu. Menurut beliau itu bisa memberikan keuntungan kepada Pemprov Jateng,” terangnya.

Satu persatu aset milik Pemprov Jateng disampaikan KH Achmad pada Ganjar. Beberapa diantaranya bahkan Ganjar belum mengetahuinya.

“Maka ini menjadi penting bagaimana pengelolaan pendataan aset di seluruh Jateng, apalagi aset produktif. Memori beliau luar biasa, maka seandainya nanti ada masalah, kami sudah mengetahuinya, ada saksi hidup yang bisa kami klarifikasi,” ucapnya.

Selain mengingatkan soal aset, KH Achmad lanjut Ganjar juga mewanti-wanti terkait dengan perjanjian-perjanjian untuk aset tersebut.

“Tadi diingatkan, hati-hati dengan perjanjiannya, jangan-jangan perjanjian dulu ndak bener, maka nanti akan kami buka semuanya agar lebih jelas,” pungkasnya.mj070