Golkar ingin beringin lebat di Jateng, bukan sebagai kandang banteng

0
507

SEMARANG, Mediajateng.net – Dengan melihat sejarah serta capaiannya, Partai Golkar ingin mengembalikan Jawa Tengah sebagai kandang beringin. Meski dalam Pemilihan Gubernur Jateng 2018 ini, partai berlambang beringin mengusung petahana Ganjar Pranowo.

Ketua Harian DPD 1 Golkar Jawa Tengah Iqbal Wibisono, menegaskan bahwa tidak tepat jika Jawa Tengah disebut kandang banteng.

“Memang potensi PDIP luar biasa. Namun tidak tepat jika Jawa Tengah disebut sebagai kandang banteng. Namun nasionalis religius, karena Jawa Tengah merupakan representasi nasional,” katanya, Kamis (1/2).

Jika menilik sejarah, kata Iqbal, keberhasilan Partai Golkar menduduki kursi gubernur di Jawa Tengah lebih banyak dibanding partai pimpinan Megawati Soekarno Putri. PDIP tercatat baru dua kali mengantarkan kadernya menduduki kursi gubernur Jateng, Bibit Waluyo dan Ganjar Pranowo.

Sementara itu di tingkat kabupaten/kota, saat ini Partai Golkar menempatkan 10 kadernya di kursi bupati/walikota maupun wakilnya. Iqbal menyebut, Batang, Demak, Wonogiri, Purworejo, Cilacap, Banjarnegara, Kota Tegal, Karanganyar, Brebes dan Pemalang,

“Sementara di tingkat gubernur, Golkar mampu mengantarkan setidaknya lima kadernya, yakni Munadi, Parjo, Ismail, Wardi, dan Mardiyanto pada periode awal,” kata Iqbal.

Iqbal melanjutkan, penyebutan Jateng sebagai Kandang Banteng memang tidak terlepas dari keberhasilan PDIP saat ini. Selain gubernur dan wakil gubernur, PDIP saat ini juga mendominasi kursi DPRD Jateng.

“Tapi ingat, capaian di DPRD Jateng PDIP tidak pernah mencapai 50 persen plus, sementara Golkar pernah mencapai 67 persen. Saat ini, PDIP menguasai 27 atau 28 persen kursi di DPRD Jateng dengan 27 atau 28 kursi,” kata Iqbal.

Melihat capaian masa lalu, Iqbal mengatakan Golkar bertekat mengembalikan Jawa Tengah sebagai kandang beringin.

“Ada beberapa ikhtiar yang kami lakukan. Pertama, saat ini daerah pilihan terbagi menjadi 13, minimal setiap dapil memperoleh dua kursi. Minimal nanti harus 20 kursi, beringin di Jateng harus kembali lebat,” kata Iqbal.

Di Jawa Tengah, kata Iqbal, Golkar tidak ingin jadi partai yang hanya berjalan di pedestrian. “Namun harus menikmati jalan di tengah, bukan di pinggiran,” kata dia.

Sebelumnya, saling sindir ungkapan Kandang Banteng dan Kandang semut dilontarkan calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said dengan politisi PDIP Agustina dan Hasto Kristianto. Sudirman Said merasa tidak nyaman jika Jawa Tengah disebut sebagai Kandang Banteng.

“Harus dikembalikan pada martabatnya, sebagai tempat manusia seutuhnya yang bhinneka,” kata Pak Dirman.

Ungkapan tersebut, oleh Ketua Pemenangan Pilkada DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng dijawab. “Kalau ada orang yang ingin membuat Jateng tidak lagi jadi kandang banteng kita ketawa saja, emangnya mau jadi kandang semut? Kan aneh,” kata dia.

Saat ini, Partai Gokar bersama Partai Demokrat dan Partai Nasdem mengusung kader PDIP dan PPP, pasangan gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo – Taj Yasin.

Sementara itu, pasangan Sudirman Said – Ida Fauziah diusung Partai Gerindra, PKB, PKS dan PAN.