Grobogan, Mediajateng.net – Dalam rangka menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun agar terarah, terpadu dan berkesinambungan, GNOTA Grobogan menyalurkan dana bantuan kepada 178 pelajar. Jumlah tersebut dibagi menjadi 92 untuk pelajar SD/sederajat dan 61 pelajar SMP/sederajat.

Rangkaian penyerahan bantuan tersebut dihadiri Sekda Grobogan Moh Soemarsono, Ka Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Amin Hidayat, Kepala Dinas BP3AKB Adi Djatmiko, serta Camat Purwodadi serta beberapa stakeholder terkait.

Selain itu hadir pula Ketua GNOTA Kabupaten Grobogan Dyah Bambang Pudjiono. Istri mantan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono ini dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sebagai pengemban amanah pengurus lembaga GNOTA Kabupaten Grobogan ini bertugas menjaga anak-anak di daerah ini untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, serta berusaha membantu kemijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan pendidikan dasar sebagai landasan meraih masa depan yang lebih baik.

“Sejak dibentuknya lembaga GNOTA Kabupaten Grobogan hingga sekarang, kami telah menyalurkan bantuan kepada siswa SD dan SMP sebanyak 2.000 siswa. Dan hari ini, kami menyampaikan bantuan GNOTA mandiri kepada 91 siswa SD dan 61 siswa SMP. Jumlahnya memang tidak banyak, namun setidaknya dapat membantu meringankan beban para orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak bisa belajar dengan tenang, serius, dan gembira. Karena dengan bantuan ini, bisa dipakai untuk membeli seragam baru, buku-buku, alat tulis, dan keperluan sekolah lainnya,” kata Dyah.

Keseluruhan bantuan ini, lanjut Dyah, berasal dari Lembaga GNOTA (LGNOTA). Pihaknya mengucapkan terima kasih atas partisipasi para donatur yang turut memperhatikan pendidikan anak-anak dari keluarga Prasejahtera ini.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Grobogan Moch Soemarsono mengatakan, jika dilihat dari data pendidikan di Kabupaten Grobogan, beberapa tahun ini sudah menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.

“Angka partisipasi kasar (APK) pendidikan SMP/sederajat sudah mencapai 95 persen lebih. Namun, apabila dilihat angka berat, bagaimana misalnua 10 PNS menjadi orang tua asuh untuk satu anak, maka akan dapat membantu sekurang-kurangnya 1.000 anak dari keluarga tidak mampu,” kata Soemarsono.

Meski demikian, Soemarsono meminta kepada Ketua LGNOTA Kabupaten Grobogan untuk berkenan melakukan koordinasi dengan Baznas Kabupaten Grobohan untuk kemungkinannya dapat membantu GNOTA Mandiri di tahun berikutnya.

Di akhir sambutannya, Soemarsono meminta kepada para orang tua dan siswa penerima bantuan GNOTA Mandiri ini agar memanfaatkan bantuan tersebut untuk kepentingan sekolah.

“Kepada anak-anakku sekalian, pesan Bapak, belajarlah yang rajin, taat kepada orang tua, niscaya akan menjadi anak-anak yang baik, yang menjadi dambaan dan kebanggaan orang tua,” harap Soemarsono. (Ag-Mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.