BLORA, Mediajateng.net- Ketua Badan Pengkajian MPR Bambang Sadono mengisi masa reses dengan mengunjungi Pabrik Gula (PG) Blora. Kedatangan perwakilan masyarakat Jateng di gedung parlemen ini, dimanfaatkan untuk mendengar aspirasi dari petani tebu di Kabupaten Blora.

 

Mantan sekjen PWI Pusat ini, kepada Mediajateng.net, Senin (19/3/18) menjelaskan banyak sekali informasi yang didengarnya terkait keberadaan PG Blora yang kini dikelola PT GMM Bulog.

 

“Banyak informasi yang saya dengar terkait PG Blora ini makanya reses kali ini saya lakukan dengan mengunjungi PT GMM Bulog,” kata sosok yang memulai karir bekerja sebagai wartawan media cetak di Jateng ini.

 

Kedatangan Bambang Sadono, diterima langsung Coorporate Sekretary Doddy S Soerachman dan GM PT GMM Bulog Bambang Soebekti beserta jajarannya juga pengurus APTRI dan para petani tebu.

 

Di hadapan Bambang Sadono, Doddy S. Soerachman mengatakan luas lahan perkebunan tebu saat ini hanya 3.200 hektar. Padahal luas ideal untuk mencukupi kebutuhan gula seharusnya sekitar 6.000 sampai 7.000 hektar.

 

“Untuk mencapai target produksi yakni 6.000 ton gula per hari, kami mendapatkan tebu dari petani tebu di Ngawi, Rembang, Grobogan, Pati dan Madiun,” jelasnya.

 

Ditambahkan Doddy, PG  yang berlokasi di desa Tilapan, Todanan ini memperkerjakan lebih dari 500 orang. Dengan menargetkan kebutuhan agar menjadi ideal, Doddy menggandeng Pemkab Blora agar ikut memotivasi petani tebu agar terus bergairah menanam tebu rakyat.

 

Hal ini dikarenakan PG Blora berkonsistensi untuk mengolah tebu rakyat bukan jenis raw sugar.

 

“Berapapun tebu yang diterima GMM dari petani kami terima dan kami beli dengan harga tinggi. Kami akan terus motivasi para petani apalagi tahun ini akan menambah 1.200 hektar lahan khusus tebu,” ungkapnya.

 

Doddy juga menambahkan tahun 2017 lalu merupakan tahun prestasi bagi PT GMM sebagai rendemen terbaik se Jateng, peningkatan produksi giling tebu naik 200 persen dengan komposisi giling tebu 420.000 ton dan menghasilkan 32.500 ton gula kristal untuk distribusi ke retail. Di tahun 2018 ini, PG Blora menargetkan akan terus menggiling lebih awal untuk meningkatkan produksinya.(agung-MJ)