SEMARANG, Mediajateng.net – Generasi era milenial di kota Semarang, dipastikan akan lebih mudah untuk menjadi sasaran bahaya narkotika. Hal tersebut diungkapkan sosiolog Universitas Diponegoro, Ani Purwanti, Senin (18/12).

Menurut Ani, cara pergaulan sesama generasi milenial saat ini tanpa jarak, sementara sangat berjarak ketika bergaul atau berkomunikasi dengan orangtua. Ditambah dengan temuan terbaru, tentang keberadaan sebuah pabrik obat–obatan ilegal di Semarang. Ia melihat ini menjadi semacam pertanda, generasi muda maupun wilayah kota Semarang tengah dijadikan target sebagai konsumen serta pasar yang cukup menjanjikan.

“Strategi mencegah hal ini semakin berkembang lebih jauh, harus ada strategi secara komprehensif, tidak sekadar menunggu keterlibatan pemerintah. Lembaga seperti halnya PKK, sekolah, harus ikut terlibat menyelamatkan generasi milenial ini. Strategi pencegahannya pun jangan sebatas hanya dalam bentuk sosialisasi. Harus berani menggunakan media sosial pula.” tambah Ani, usai berbicara dalam diskusi Menyelamatkan Generasi Milenial di Hotel Grasia Semarang, Senin ( 18/ 12 )

Lebih lanjut sosiolog ini melihat perilaku generasi milenial di kota Semarang cenderung lebih banyak suka ikut–ikutan, atau sekadar menjadi follower dari gaya hidup daerah lain. Faktornya tak lain karena masih longgarnya waktu yang mereka miliki di luar jam sekolah, komunikasi dengan orangtua yang renggang, karena mereka sudah sibuk bekerja.

“Kuat di dalam keluarga, kuat dalam pendidikan di sekolah, dan kuat dalam hal agama. Ketiganya menjadi kunci utama, narkoba menjauh dari generasi muda.” tegasnya

Secara bersamaan, Ketua DPRD Kota semarang, Supriyadi juga mengatakan, generasi muda saat ini jelas tidak sadar bahwa telah menjadi sasaran keberadaan narkoba.

“Narkoba tidak beda halnya dengan penjajahan. Ia sudah merusak di berbagai sektor ekonomi bahkan budaya. Kami siap berikan prioritas anggaran untuk memberantas dan memerangi narkoba.” janji Supriyadi. (MJ-)