SEMARANG, Mediajateng.net- Gemulai nan lincah, menambah paras cantik Dian Wahyuningtyas di atas panggung ketika menyemarakkan HUT ke 118 PT Pegadaian (Persero).

Bersama Indah Melati, gerakan keduanya mampu menghipnotis ratusan santri, anak cacat dan ikatan istri karyawan dan karyawati Pegadaian (IIKP).

Kekaguman makin meledak bahkan sejumlah undangan hingga berdiri untuk memberikan apresiasi terhadap kedia wanita berusia 21 yang baru usai memainkan Tari Bali. Wajah sedikit bengong tampak dari raut muka undangan.

Dimana, keterkejutan muncul lantaran Hertina Wati Founder Sanggar tempat Dian belajar menjelaskan jika tarian apik itu dipersembahkan sosok penyandang Tuna Grahita dan Tuna rungu.

”Mereka mampu tampil dengan sangat bagus. Kita sangat seneng mendapat hiburan dari mereka,” aku Mulyono, Senior Vice President PT Pegadaian Kanwil XI Semarang.

Dimana, dengan kondisi Dian dan Melati yang berkebutuhan khusus mampu menyubguhkan persembahan tari Bali dengan baik.

Sehingga, jika tanpa dijelaskan Pembina dan guru maka mereka sempat tidak mengetahui jjika persembahan tari Bali merupakan persembahan dari siswa berkebutuhan khusus.

“Pegadaian dua kali menggelar kegiatan sosial. Pertama tahun 2018, kami datang ke mereka dan tahun ini kami mengundang mereka,” tambah Mulyono.

Rasa senang tidak saja dirasakan undangan yang mendapatkan hiburan, namun juga dua penari cantik Dian dan Melati. Dimana, pada ulang tahun ke 118 tahun Pegadaian mereka diberi kesempatan tampil diatas panggung.

“Saya seneng bisa menari dalam ulang tahun Pegadaian. Sejak kecil, saya suka menari jadi saya bejalar di sanggar,” aku wanita dengan terbata ditambah terjemahan dari Lanjar Wagini ibunda Dian.

Belajar menari, aku Dian, dilakukan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dimana, sejumlah tari bisa dengan gemulai dipentaskan.

“Ada tari bali, Gambyong da nada tari kreasi. Semua ada puluhan tari. Sejak belajar tari sering dipanggil pentas,” tambahnya.

Melati, dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan Rusmiyatun ibunda, mengaku tampil dikegiatan besar seperti HUT Pegadaian menjadi penghargaan khusus bagi dirinya.

“Saya belajar menari karena senang menari,” katanya dengan bahasa isyarat.mj/50