SEMARANG, Mediajateng.net – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo segera meluncurkan program Jateng Sejahtera. Program tersebut dikhususkan bagi warga Jateng yang masih terlilit kemiskinan.
Jateng Sejahtera, nantinya sebagai paduan dari program Pemerintah Pusat yang tidak bisa mendeteksi ke seluruh masyarakat. “Jateng Sejahtera ini untuk mengcover program Pemerintah pusat untuk warga kurang mampu,” tutur Ganjar Pranowo.
Keluarga kurang mampu di Jateng yang tidak tercover program Pemerintah Pusat, lanjut Ganjar, jumlahnya mencapai 12.600 kepala keluarga (KK). “Nantinya Pemerintah Jawa Tengah bakal memberi uang jaminan kesehatan dan jaminan makan sebesar Rp250 ribu per bulan per KK,” kata Ganjar.
Uang jaminan tersebut nantinya bakal diberikan pada warga kurang mampu non produktif, seperti penyandang difable. “Kami menyiapkan dana Rp9 miliar. Saat ini sedang dicarikan uangnya,” ucap Ganjar sambil seloroh.
Ganjar menjelaskan jika masyarakat miskin non produktif itu layak untuk diberikan pasalnya dari sekian warga miskin non produktif itu ada yang tidak terdeteksi oleh pemerintah juga. “Ada sekitar 12.600 an. Penyebabnya ya memang tidak terjamin oleh semuanya. Wong itu mohon maaf, mereka cacat, mereka lumpuh ada yang tidak terdeteksi. Pendataan rakyat miskin sudah masuk tapi tidak tercover,” jelasnya.
Selain itu, ada juga warga miskin yang non produktif itu tidak mampu untuk membayar premi BPJS, tidak mampu untuk memberi bahan pokok makanan mereka sehari-hari. “Jadi kemampuan untuk membayar premi BPJS nggak mampu, untuk membeli beras nggak mampu jadi itu warga miskin yang tidak produktif,” paparnya.
Soal dana, Ganjar menambahkan jika tahun depan dana untuk masyarakat miskin non produktif ini tidak akan diambil dari anggaran bantuan sosial (bansos). Melainkan murni anggaran negara senilai Rp 9 miliar itu tadi. “Nggak (bansos) kita anggarkan dari negara,” terang Ganjar. (MJ-070)

1 KOMENTAR

Comments are closed.