SOLO, Mediajateng.net
– Sebagai sayap organisasi, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Nelayan Tani (GANTI) Jateng berkomitmen selalu siap menjalankan perintah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, seperti yang disampaikan dalam Apel Siaga di GOR Manahan Solo, Jumat (11/5).

GANTI Jateng selalu tegak lurus dan merapatkan barisan untuk ikut serta mengawal pemenangan paslon PDI Perjuangan yang bertarung di bursa Pilkada dan Pilgub 2018, serta Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Ketua DPW GANTI Jateng, Widhi Handoko, Kamis (17/5/18) pihaknya bekerja untuk mendukung program kerja partai dan telah merumuskan sejumlah poin poin penting yang disampaikan Megawati. Terutama yang berkaitan dengan pemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen untuk menjadi kepala daerah Jateng periode 2018-2023. Karena itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dan konsolidasi. Mulai dari DPD, DPW, hingga DPC.

“Kebetulan seluruh DPD dan DPC juga hadir dalam apel ini. Jadi lebih mudah menjelaskan untuk koodinasinya,” jelas Widhi ketika ditemui setelah Apel Siaga bertema ‘Tetap Setia Megawati, Setia NKRI’,” katanya.

Tak hanya berkoordinasi dengan sesama GANTI, Widhi juga akan menjalin komunikasi dengan DPD dan DPC PDI Perjuangan di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Karena aturannya, setiap tindakan dan kegiatan sayap partai, harus terkoordinasikan serta terkonsolidasikan dengan masing2 DPC setempat.

“Meski kami tidak masuk dalam tim pemenangan tapi tetap mendukung setiap langkah kerja partai dalam memenangkan pesta demokrasi ini,” kata pria yang juga berprofesi sebagai dosen yang bergelar Doktor ini.

Widhi menambahkan, GANTI Jateng juga akan melakukan tindakan nyata dengan asas gotong royong dan mandiri untuk memenangkan Pilkada Jateng sekaligus pemantapan untuk Pileg dan Pilpres.

“Kami akan meneguhkan slogan ‘Tetep Ganjar dan Tetep Jokowi’ serta serta salam ‘metal’. Megawati total, Menang Total,” terangnya.

Sesuai pesan Megawati, lanjutnya, GANTI Jateng juga ikut mengawal kampanye sehat di media sosial. Salah satunya dengan bersikap cerdas dan bijak menghadapi kampanye hitam. Mengendalikan emosi dan menjauhi perkelaihan, hoax dan fitnah.

“Saya juga mencatat pesan Ibu Mega bahwa generasi tua memantapkan diri dengan menjaga marwah partai. ‘Biar gepeng tetep banteng’. Menunjukkan kualitasnya sebagai panutan generasi generasi melenial. Meski biarpun cempe atau gudel tetapi mereka mempunyai semangat juang sebagai generasi muda dan mempunyai dedikasi tinggi sebagai anak banteng atau generasi banteng. Sebagai pemberani dan siap berjuang untuk negara dan bangsa. Siap menjaga teggaknya UUD NRI 1945 dan Pancasila serta NKRI sbg harga mati,” tegas pria yang juga berprofesi sebagai notaris ini.otg-mj