BANJARNEGARA ,Mediajateng.net– Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memprogramkan seluruh desa di Jawa Tengah sudah memiliki website sendiri. Website desa berguna untuk menampilkan data demografi, potensi produk dan sumber daya manusia serta mewujudkan transparansi dan akuntabilitas keuangan.

Hal itu disampaikan ketika meninjau website Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (23/3) sore. Saat ini diakuinya baru sedikit desa di Jateng yang memiliki website. Padahal kegunaan website tidak hanya untuk layanan warga tapi juga mendukung program pemberdayaan desa dari pemerintah.

“Saya punya mimpi setiap desa punya website, di situ ada detil demografi, petani baik buruh atau pemilik lahan, luas sawah berapa dan sebagainya,” tandasnya.‎

“Website ini menampilkan data riil kemiskinan dan pengangguran. Datanya bahkan lebih maju dari milik BPS karena sudah diverifikasi berdasar kondisi sosiologis desa,” katanya di ‎Balai Desa Madukara. Ganjar mengacungkan jempol pada inisiatif Desa Madukara yang berhasil membuat website sejak 2015 lalu.

Website Desa Madukara berisi‎ sejarah desa, produk unggulan, demografi warga, profesi, angka kemiskinan, pengangguran, info pertanian, dan agenda desa.

Seraya bercanda, Kepala Desa Madukara Purwono, mengatakan, website desa bahkan bisa digunakan untuk mencari jodoh dari perawan hingga janda.

“Bahkan jumlah janda berdasarkan usia ada pak. Bapak mau umur berapa, dari 20 sampai 40 ada lengkap,” katanya disambut tawa Ganjar dan hadirin.

Carik Desa Madukara Wijayadi Nugraha menambahkan, website desa dibuat pada Juni 2015. Pihaknya mendapat bantuan dan pelatihan dari Dishubkominfo Banjarnegara. Selanjutnya ia sendiri yang mengoperasionalkan dibantu seorang staf.

Menurutnya, angka kemiskinan di website dengan perhitungan Badan Pusat Statistik berbeda. ‎”Misalnya BPS menyatakan seseorang miskin karena rumahnya mau roboh. Padahal kami tahu tanahnya banyak, dia kerja dan bisa menyekolahkan anak. Kami nilai tidak miskin,” paparnya.‎

Ganjar Pranowo melanjutkan, Pemprov Jateng melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Jateng saat ini sedang membangun Sistem Informasi Desa (SID). Dalam pelaksanaannya, Pemprov mendapat bantuan ‎Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang mengembangkan aplikasi SID tersebut.

SID bisa diaplikasikan di website desa sehingga seluruhnya akan memiliki sistem dan nomenklatur yang sama. Dengan demikian akan memudahkan sistem pemantauan dan analisis yang berguna untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan.

“Sekarang kan karena website masih dibuat sendiri oleh desa, nomenklaturnya beda. Nanti kalau sudah sama akan mudah mengecek, misal saya mau cari ATK (alat tulis kantor) maka semua langsung muncul,” jelasnya.

Jika seluruh desa telah memiliki website yang terkoneksi SID maka program pengentasan kemiskinan dan pengangguran, serta program pertanian, perkebunan, peternakan, dan nelayan akan mudah dijalankan.

“Kalau pakai data BPS ternyata tidak sesuai dengan sosiologi desa. Kata BPS miskin, ternyata untuk ukuran desa kaya. Ini harus disesuaikan dulu,” ujarnya.‎

“Saya ingin tahun ini seluruh desa di Jateng sudah terkoneksi Sistem Informasi Desa. Entah basisnya website atau aplikasi yang jelas terkoneksi,” tambahnya.(MJ.2)

1 KOMENTAR

  1. I have been surfing on-line more than 3 hours today, yet I never discovered any interesting article like
    yours. It is pretty value enough for me. In my
    opinion, if all site owners and bloggers made excellent content as you
    did, the net will be a lot more helpful than ever before.

Comments are closed.