CILACAP, Mediajateng.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merehab total rumah milik Muharis (39) warga Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan Cilacap. Muharis pun nampak sumringah melihat kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumahnya, Senin (8/4).

Muharis hidup bersama istri dan anak semata wayangnya di rumah yang hanya berukuran 5 x 3,5 meter yang terbagi tiga ruang, kamar, ruang tamu dan dapur. Seluruh bangunan rumah Muharis hanya terbuat dari papan dan gedeg atau anyaman bambu.

Setelah mendapatkan usulan dari masyarakat, Ganjar pun menyerahkan bantuan untuk Haris agar merenov rumahnya. “Alhamdulillah menerima bantuan dari pak Ganjar. Harapannya ya rumah ini nanti semakin nyaman,” kata Muharis, Senin (8/4).

Selama ini Muharis menjalani keseharian sebagai buruh bangunan serabutan. Penghasilannya pun tidak menentu. Dia diberi bantuan untuk merenovasi rumah senilai Rp 10 juta. Untuk pembangunannya, Ganjar menegaskan harus dilakukan secara gotong royong.

“Sebenarnya RTLH itu mau kita kongkretkan saja begitu perlu banyak uang jadi anggaran saja tidak cukup, baik dari kabupaten provinsi maupun pusat. Dan masyarakat senang sekali mendapatkan bantuan itu. Terlebih ini untuk meningkatkan kualitas hidup,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan sebenarnya RTLH itu memerlukan banyak uang, jadi APBD saja tidak cukup. Maka selain peran dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat juga masih diperlukan kepekaan sosial dari para pengusaha lewat Corporate Sosial Responsibility, masyarakat lewat zakat dan hartawan dengan langkah filantropis-nya.

“Maka saya dorong agar tidak hanya dari APBD atau APBN tapi kita cari potensi lain dari CSR, BAZNAS, filantropis. Ada dari gotong royong masyarakat. Tadi yang kita sampaikan dari CSR dan BAZNAS,” katanya.

Selain memberi bantuan renovasi RTLH, Ganjar juga memberikan bantuan kepada masyarakat Cilacap dari anggaran tahun 2019. Bantuan tersebut digunakan untuk beragam hal, dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, pemberdayaan masyarakat hingga jaminan kesehatan dan sosial.

“Hari kita sampaikan dan perbandingkan pada 2018 lalu kita sudah memberikan batuan apa saja dan 2019 apa saja dan berapa jumlahnya. Rata-rata masyarakat tidak pernah tahu bantuan kita itu untuk apa saja,” katanya.

Dalam penyerahan bantuan tersebut dihadiri seluruh lapisan masyarakat dan kepala desa se Kabupaten Cilacap. Ganjar berharap dengan hadirnya seluruh elemen itu bisa membuka kesadaran masyarakat terkait bantuan pemerintah serta pembangunan.

“Maka kita sebutkan satu persatu agar masyarakat mengerti sebenarnya bantuan-bantuan untuk apa. Edukasinya adalah transparansi, partisipasi dan akuntabilitas. Sehingga setiap tahun kita mengetahui mana yang jadi skala prioritas yang harus dibangun di Cilacap,” katanya.

Total bantuan yang diberikan Pemprov Jateng untuk masyarakat Cilacap dalam dua tahun terakhir sebesar Rp 150,3 miliar. Pada tahun anggaran 2018 Pemprov Jateng mengucurkan sebanyak Rp 69,35 miliar dan untuk tahun anggaran 2019 sebesar Rp 80,87 miliar.

Penggunaannya pun untuk berbagai sektor dari infrastruktur, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, jaminan sosial dan kesehatan serta lainnya. Untuk pemberdayaan masyarakat di tujuh desa di Cilacap misalnya, Pemprov Jateng telah mengucurkan anggaran sebanyak Rp 246 juta di tahun 2018 dan Rp 280 juta di tahun 2019.

Untuk jaminan kesehatan, Pemprov Jateng menanggung 11.443 jiwa dengan nilai total mencapai Rp 3,18 miliar pada tahun 2018. Pada tahun anggaran 2019 Pemprov Jateng menanggung 25.677 jiwa dengan total Rp 7,08 miliar.

“Kita harapkan semua itu membawa manfaat bagi masyarakat. Mobilitasnya lancar, perekonomian meningkat dan tentu saja kualitas kehidupannya meningkat. Dan alhamdulillah upaya ini bisa mengubah wajah Cilacap,” katanya.