GROBOGAN – mediajateng.net

Gangguan jiwa yang diderita Sumadi (40) asal Desa Crewek, Kecamatan Kradenan, kemali kambuh. Karenanya, pria tersebut harus kembai mengalami pemasungan. Sumadi baru terbebas setelah dua tahun dipasung dengan cara diikat kakinya menggunakan rantai setelah petugas Dinas Sosial (Dinsos) mendatangi dan memutus rantai yang megikat kakiya.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Grobogan, Kurniawan, menjelaskan, penderita gangguan jiwa yang dipasung keluarganya, membuat Dinsos Grobogan melakukan tindakan pembebasan.

“Mendapatkan laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pembebasan,” ungkap Kurniawan.

Karena dipasung di bagian mata kaki, Sumadi, hanya diam di tempat dan tidak bisa pergi jauh dari lokasi karena pendeknya ratai pengikat kaki Sumadi. Sumadi diikat oleh Soyo yang tidak lain ayahnya lantaran takut anaknya kumat.
Disisi lain, ibu Sumadi, juga masih menjalani perawatan dipanti Sono Rumekso karena mengalami gangguan jiwa.

“Menurut keterangan Soyo, Sumadi dipasung sejak dua tahun lalu. Hal itu karena, kadang kumat. Karena tidak memiliki biaya, Soyo memutuskan untuk memasung putranya,” jelas Kurniawan.

Soyo menjelaskan, anaknya sempat kerja di Jakarta. Saat pulang, dia mengalami gangguan jiwa kemudian sempat dirawat di RSJ Semarang. Setelah sembuh, Sumadi sempat bekerja kembali di Jepara.

“Anak saya sempat nikah. Namun, gangguan jiwanya kembali kumat. Saya putuskan untuk merantainya karena keterbatasan biaya,” tuturnya.

Akibat dirantai selama 2 tahun, Sumadi mengalami kelumpuhan di kedua kakinya. Hingga saat dibawa petugas, sepanjang jalan Sumadi mengamuk dan meronta-ronta.

“Sumadi Melihat kondisinya yang lemah, kami lakukan cek kesehatan dan fisik. Kemudian dilakukan perawatan intensif selama sebulan. Kemudian akan di rujuk ke Panti Sonorumekso dijadikan satu bersama ibunya,” papar Kurniawan.

Kurniawan menjelaskan, selama 2016, sebanyak 13 penderita gangguan jiwa dibebaskan dari pasung. Sedang, ditahun 2017 sudah 3 penderita gangguan jiwa yang dibebaskan.

“Kami berharap 2019 Kabupaten Grobogan terbebas dari pemasungan. Serta makin meningkat kesadaran masyarakat melaporkan bila mengetahui ada pemasungan. Kesadaran masyarakat masih sangat rendah, mereka lebih memilih memasung daripada menyerahkannya kepada petugas,” Pungkasnya (MJ-505)