Semarang, – mediajateng.net

Badan Informasi Geospasial mulai menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah hingga pemerintahan desa untuk mendukung program pembangunan nasional melalui hasil pemetaan. Hal ini disampaikan Kepala Badan Informasi Geospasial, Prof Dr. Hasanudin ZA, disela acara Konferensi Internasional Masyarakat Indonesia untuk Penginderaan Jauh ke-3 ICOIRS 2017 – PIT MAPIN XXIV di Semarang, Selasa (31/10).

“Sekarang ini setiap program pembangunan harus menyertakan peta. Misalnya, Kementrian Pekerjaan Umum akan mengajukan pembangunan jalan baru, itu harus disertai peta. Kami lah badan yang mengurusi peta,” ujarnya.

Apalagi kata dia, pemerintah sekarang ini meminta data geospasial digabungkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangka program pembangunan nasional. Oleh sebab itu pihaknya siap bekerjasama dan membantu pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

“Kita mulai masuk wilayah pemda-pemda. Seperti di Jawa Tengah, kami bantu pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk bangun sistem informasi desa dan pemetaan desa di wilayah Pemalang. Itu bagus sistemnya, berbasis android seperti pada sistem laporan kepala desa,” ungkapnya.

Ke depan, Hasanudin menambahkan, pihaknya juga akan membantu daerah lain seperti di Bandung, Manado, Riau,Surabaya dan juga beberapa daerah lainnya.

Seperti diketahui, Badan Informasi Geospasial juga melakukan pemetaan di wilayah laut seperti pada proses pencarian kandungan mineral dan gas bumi di dalam laut. Dan juga melakukan pemetaan wilayah udara seperti batas wilayah, batas daerah, batas negara dan pemetaan desa.