SEMARANG, Mediajateng.net – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Semarang terus mendukung rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang akan menutup Resosialisasi Argorejo atau lebih dikenal dengan lokalisasi Sunan Kuning. Anggota Fraksi PKB, Rohaini meyakini, Walikota Semarang Hendrar Prihadi dapat menutup lokalisasi tersebut.

“Banyak respon positif dari masyarakat terkait penutupan Sunan Kuning. Dan saya yakin Walikota Semarang bisa menutup lokalisasi sesuai dengan program Kemensos. Lokalisasi Dolly saja yang terbesar se-Asia Tenggara bisa ditutup. Sunan Kuning di Semarang bisa ditutup, ini akan jadi contoh yang sangat,” ujarnya belum lama ini.

Rohaini pun berharap akhir Agustus lokalisasi Sunan Kuning bisa ditutup sesuai dengan rencana Pemkot Semarang. Meskipun dalam mewujudkan hal itu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, baik pra maupun pasca penutupan. Masalah yang paling krusial adalah segi ekonomi.

“Kami sudah memberikan banyak usulan agar penutupan Sunan Kuning tidak terjadi gejolak dan masalah kedepannya. Kami pun setuju segala hal yang menjadi rencana Pemkot Semarang pasca penutupan lokalisasi,” katanya menambahkan.

Perihal penyebaran penyakit menular seksual sebagai dampak penutupan lokalisasi, Rohaini mengatakan, Pemkot melalui dinas terkait bersama DPRD Kota Semarang telah melakukan pembahasan hingga mematangkan rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning. Pihaknya berharap Kota Semarang menjadi lebih baik ke depannya, seperti kota lain yang telah menutup lokalisasi.

“Risiko penutupan seperti semakin menyebar PSK dijalan-jalan lalu sulit untuk mendeteksi kesehatan, saya pikir nanti ada jalan keluarnya. Jangan menjadi sebuah kendala, tapi dijadikan peluang bagaimana Kota Semarang tetap bersih,” katanya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Pemkot Semarang akan menutup lokalisasi Sunan Kuning akhir Agustus 2019. Pemkot Semarang juga telah melakukan upaya guna mempersiapkan pasca penutupan lokalisasi agar perekonomian dikawasan tersebut tidak mati.

“Harus dibuat tempat disitu menjadi tempat yang lebih bersahabat buat masyarakat, harus ada taman bermain, kampong tematik, penerangan yang terang kemudian UMKM yang terus kami support,” katanya.

Pihaknya juga telah meminta Satpol PP Kota Semarang untuk melakukan pengawasan ketat agar penutupan lokalisasi ini tidak hanya seremonial belaka, namun benar-benar bebas dari praktik prostitusi. (ot/mj)