SEMARANG,MediaJateng.net – Mobil tua biasanya hanya menjadi pajangan di rumah, namun tren food truck yang kini booming membuat mobil tua seperti VW Combi bisa kembali mengaspal. Uniknya lagi, mobil yang sudah berumur ini di sulap menjadi warung makan yang bisa berpindah dengan berbagai modifikasi yang dilakukan.

Di Jalan Imam Bardjo Semarang, dekat kantor Telkom terlihat anak- anak muda sedang menikmati malam, sebuah VW Combi bertuliskan Boom! Unique Burger and Milk, ini telah dimodifikasi menjadi ‘dapur mini’. ” Trend food truck di Jakarta cepat menular, saya pun ingin mengaplikasikannya di semarang,” kata Sheilla pemilik Food truck VW Combi.

Combi tahun 1970 itu pun ia sulap, untuk membawa perlengkapan memasak. Dengan alasan bisa lebih mobile, food truck tak perlu menyewa tempat untuk berjualan.” Daripada sewa tempat, modifikasi mobil jadi food truck bisa lebih murah. Keunggungalannya tentu keunikan mobil tua yang jadi pusat perhatian,” jelasnya.

VW ini sendiri bisa ditemui hanya pada Jumat- Sabtu
mulai pukul 15.30- 23.00 saja, dengan menjual makanan khas anak muda khususnya burger. Konsep food truck yang dijalankan membuatnya semakin mudah untuk mobilitas. Acara kampus dan komunitas di Kota Semarang pernah dikunjungi VW cantik ini. ” Untuk memodifikasinya menghabiskan dana sekitar Rp 70 juta, namun sebanding dari pada harus sewa tempat,” jelasnya.

Tak jauh berbeda, Combi berwarna biru yang ada di Jalan Mentri Supeno Semarang pun digunakan untuk berjualan. Bedanya adalah produk yang dijual, Combi milik Nunuk Sulharjati pun di rubah tampilan interiornya menjadi mini bar.

Varian susu seperti melon, green tea, tiramisu, rum, pisang dan masih
banyak lainnya. Dalam satu hari dalam keadaan cerah bisa
terjual rata- rata 35 gelas. Saat akhir pekan tiba bisa laku 50 gelas
atau lebih. Harga satu gelas susu dibandrol Rp 8.000.

Modifikasi untuk mendapatkan tempat berjualan impian membutuhkan biaya
tidak sedikit sekaligus perawatan.
“Harga beli Rp 45 juta dan biaya
untuk modifikasi sekitar Rp 15 juta,” ungkapnya.

Fungsi mobil sebagai alat transportasi pun tidak berubah, tempat untuk memasak ada di ruang terbuka sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan saat menyiapkan menu. ” Legalitas masih sama seperti aslinya, cuman ada modifikasi di sisi interiornya,” tambah Sheilla.

Sementara untuk Nunuk, warna mobil masih sama dengan surat-surat yang ada sehingga mobil ini masih aman untuk melenggang dijalanan. ”Kendala
tentu di mobil, karena mobil tua tentu mesinnya kadang rewel,”
tuturnya.(MJ.069)

Comments are closed.