Blora, Mediajateng.net – Satu hal yang mengejutkan dari peristiwa pembunuhan Ferin Diah Anjani (21), perempuan cantik asal Semarang yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di hutan jati Kunduran, kabupaten Blora. Pelaku berinisial KA, pernah melakukan hal serupa pada tahun 2011 silam.
Hal tersebut didasarkan dari penyelidikan petugas terhadap pelaku.

“Pada 2011 silam ada kejadian hampir sama. Kita dalami dan kita interograsi terhadap pelaku. Saat itu juga ditemukan mayat perempuan di hutan jati di wilayah Todanan. Dia juga mengakui bahwa ia juga melakukan hal itu. Motifnya sama yakni faktor ekonomi,” ungkapnya.

Diutarakan Kapolres, hal ini masih dalam proses penyelidikan dan tahap pencarian. Pelaku berkenalan dengan perempuan dari barang-barang yang dimiliki korban.

“Waktu itu barang yang diincar pelaku yakni mobil. Mobil tersebut kemudian dibawanya ke Bali. Namun, saat di Bali, mobil tersebut diambil sebuah leasing karena kredit macet,” papar Kapolres.

Menurut Kapolres, pada saat itu ia melakukannya seorang diri. Untuk daerah lain juga didalami petugas karena pihaknya mendapatkan infromasi ada perempuan yang dibakar dengan motif hampir sama yang dilakukan pelaku.

“Kita masih mencari leasing mana yang mengambil mobil tersebut. Pelaku sudah berkeluarga. Istrinya tinggal di Bali,” tambah Kapolres.

Untuk kasus korban yang berasal dari Wonosobo, lanjut Kapolres, pihaknya belum melakukan pendalaman lebih langsung karena baru saja diketahui.

“Mudah-mudahan ada keluarga yang mengetahui,” ungkapnya.

Pelaku Psikopat?

Mengenai kejiwaan tersangka, AKBP Sapto menungkapkan pihaknya masih melakukan pendalaman dengan mencari informasi baik ke teman kerja maupun tetangganya. “Kata teman-teman kerja dan sekitar tempat tinggalnya, pelaku sangat pendiam. Namun kita perlu mengecek lagi kejiwaannya,” papar Kapolres.

Diungkapkan Kapolres, setelah kejadian itu, pelaku langsung pulang ke Semarang. Barang-barang seperti perhiasan lalu digadaikan dengan total Rp 4 juta.
Dari tangan tersangka, polisi pun mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan helm milik tersangka. Kemudian mobil yang disewa tersangka. (Ag-MJ)