SEMARANG, Mediajateng.net – Guna meminimalisasi peluang penjahat kayu, Perhutani Regional Jawa Tengah membuka lapak online untuk menjual hasil kayu.
Lapak Perhutani online tersebut sengaja dilahirkan untuk membuat frustasi para penjahat kayu yang selama ini menggandeng petugas lapangan dalam aksinya. Tidak bisa dipungkiri, bahwa terdapat banyak celah dalam setiap penerapan sistem konvensional. “Permainan antara penjahat yang memanfaatkan petugas lapangan tersebut sangat merugikan Perhutani. Praktik itu harus kami potong,” tegas Petugas Khusus Perencanaan dan TI Divisi Komersial Kayu Perhutani Regional Jateng, Candra Musi, Kamis (12/5).
Memang bukan hal baru perkara manipulasi dalam dunia kayu, seperti pembengkakan harga, peralihan kapling sampai penurunan grade. Agar semua orang orang bisa mengakses semua informasi tersebut secara akurat, Perhutani merasa wajib menyediakannya. “Dari harga, jenis kayu, grade, jumlah stok di suatu tempat penimbunan kayu (TPK) semua tersedia,” imbuh dia.
Namun, informasi yang dapat diakses di web Perhutani tersebut tidak menampilkan foto maupun TPK-nya. “Tujuannya juga untuk meminimalisasi permainan dari pihak manapun. TPK kami rahasiakan, hanya kami tampilkan kodenya,” kata dia.
Lapak online tersebut sebenarnya sudah diluncurkan sejak Januari 2016 lalu, namun sampai saat ini hanya bisa melayani retil dan kontrak. Untuk langganan memang belum bisa dilakukan via online. Tercatat, hingga April lalu, transaksi sudah mencapai Rp96 miliar, dengan rata-rata Rp2 miliar per hari. “Tahun ini targetnya Rp1,6 triliun,” kata Candra Musi. (MJ-058)

Comments are closed.