Grobogan, Mediajateng.net – Suasana berbeda terlihat di Jalan A. Yani, Kota Purwodadi. Tepatnya di Kantor Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Grobogan, Jumat (5/10/2018), diadakan Expo Peternakan dan Perikanan 2018.

Expo yang digelar rutin tiap tahun ini ditujukan untuk mendorong peningkatan produksi peternakan dan perikanan yang inovatif dan kreatif menuju swasembada protein hewani. Hal tersebut seperti yang disampaikan langsung Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Penyuluhan Dinas Peternakan, Ir. Hadi Susianto.

Dalam sambutannya, Hadi, yang juga ketua penyelenggara expo mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memotivasi, mendorong para peternak dan pengusaha peternakan untuk senantiasa berinovasi dan berkreatif di bidang peternakan.

“Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan sebagai ajang promosi dan silaturahmi para peternak, kelompok peternak, pengusaha maupun stakeholder dalam upaya memajukan dan meningkatkan usaha peternakan di kabupaten Grobogan,” katanya.

Dalam kegiatan ini, 31 stan expo berdiri yang diisi oleh sejumlah pengusaha peternakan dan stakeholder diantaranya dari BPTP Non Ruminansia Provinsi Jateng, BPPT Provinsi Jateng, PT Jasindo Cabang Kudus, BIB Ungaran, PT Nutrifeed Klaten, beberapa instansi terkait, serta stand – stand menarik lainnya.

Dalam pembukaan expo tersebut, hadir Bupati Grobogan, Sri Sumarni beserta jajarannya. Orang nomor satu di Kabupaten Grobogan ini membuka expo tersebut dengan ditandai pemotongan rangkaian bunga melati.

Sri Sumarni mengatakan, Pemkab Grobogan turut mengapresiasi langkah Dinas Peternakan dan Perikanan dalam mendorong dan meningkatkan kesejahteraan kelompok tani ternak. Diantaranya, pemberian bantuan kepada para kelompok tani ternak di Kabupaten Grobogan melalui bantuan hibah.

“Pada tahun 2018, Pemkab Grobogan melalui Dinas Peternakan dan Perkanan telah melaksanakan program yang sasarannya langsung ke masyarakat khususnya para petani peternak atau perikanan. Tidak kurang dari 200 kelompok ternak dan ikan tahun ini kita berikan bantuan hibah untuk kegiatan budidaya ternak sapi potong, kambing, domba, ayam, itik dan perikanan. Harapan kami, ada peningkatan baik secara kualitas mutu dan kuantitas atau jumlah ternaknya,” kata Sri Sumarni.

Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Grobogan ini juga mengungkapkan, Kementerian Peternakan RI melakukan Upsus Siwab di Kabupaten Grobogan dengan kegiatan inseminasi buatan untuk hewan ternak sapi. “Diharapkan 83 persen sapi betina produktif dan akan bunting dan melahirkan sehingga bisa meningkatkan populasi sapi,” tambah Sri Sumarni.

Sementara itu, Ka Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan, drh Riyanto mengungkapkan, Upsus Siwab melalui inseminasi buatan di Kabupaten Grobogan ditarget 96 ribu akseptor sapi dengan populasi 180.

“Sehingga saat ini, Kabupaten Grobogan dikenal sebagai penghasil sapi terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Blora,” paparnya.

Rangkaian acara tersebut juga digelar lomba asah terampil para petani peternak, lomba kontes Kambing peranakan etawa, lomba burung berkicau, dan berbagai lomba lainnya.

Kegiatan tahunan ini juga diramaikan dengan memamerkan “monster sapi-sapi jumbo” yang sengaja didatangkan dari daerah-daerah lain. (Ag-Mj)