Semarang - mediajateng.net

Bina Impola Sitohang, Kuasa Hukum Nantan Manajer Akunting PT Majati Furniture (MF) Semarang, Erlina Iswahyuni yang dituntut pidana setahun penjara atas dugaan penggelapan uang kantornya Rp 23,5 juta meminta klienya dibebaskan.

Hal itu diungkapkannya pada sidang pembelaannya di Pengadilan Negeri Semaranh, Kamis (15/6). Erlina mengaku tidak ada perbuatan pidana yang dilakukannya. Sesuai fakta persidangan, tidak ada bukti rekening koran PT MF tentang lalu lintas uang perusahaan. Menurutnya, bagaiamana ia mengelapkan, sebagaimana bukti Bilyet Giro ( BG ) 1 Agustus 2016 dan pencairannya 8 Agustus 2016, smentara ia sudah tidak bekerja di PT MJ sejak 12 Juli 2016.

"dakwaan jaksa ini tidak masuk akal dan tidak berdasar hukum. Saksi korban Joe Revivo dab Glen Revivo sendiri juga tidak pernah diminta keterangannya, " kata Erlina di hadapan majelis hakim diketuai Siyoto

Terdakwa bekerja sejak Agustus 2008 dan berhenti 12 Juki 2016 sesuai bukti perjanjian kerja . Menurutnya' untuk pengeluaran dan masuknya uang dari rekening rupiah perusahaan hanya diketahui dari rekening koran perusahaan.

"Pembayaran kepada vendor harus dilampirkan tanda terima asli dan dokumen lainnya baru kemudian diganti BG. Semuanya diketahui oleh pihak yang menandatangani BG. Terdakwa tidak pernah mengambil atau menggelapkan uang PT MF," kata Bina Impola Sitohang.

Jaksa Kejari Semarang Yosi Budi Santoso mendakwa Erlina bersalah sesuai Pasal 374 KUHP dan kedua Pasal 372 KUHP. Dugaan penggelapan terjadi di PT MF. Erlina didakwa mengambil uang kas kantor dan membuat laporan keuangan fiktif. (MJ-303)