SEMARANG, Mediajateng.net – 130 algojo bagi terpidana mati Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap yang disiapkan Polda Jawa Tengah tengah menjalani pelatihan penguatan rohani.
Sebanyak 13 terpidana mati bakal menjalani eksekusi tahap III dalam waktu dekat. “Yang akan dieksekusi 13 orang. Satu orang akan menghadapi 10 personel regu tembak,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol A Liliek Darmanto, kemarin.
Sebagai eksekutor, Brigadir Mobil (Brimob) Polda Jateng secara intensif melakukan pendampingan pada anggotanya. Kabid Humas menjelaskan bahwa pelaksanaan eksekusi tahap III mendatang ini tidak banyak berbeda dengan eksekusi mati pada tahap I yakni Januari dan tahap II April tahun 2015 lalu. “Beberapa personel masih sama. Paling ada tambah-tambah sedikit disesuaikan kebutuhan,” tambah Liliek.
Selain itu, pasukan yang dipilih merupakan pasukan yang sebelumnya pernah berdinas di daerah konflik. Karenanya, regu tembak sudah biasa melakukan eksekusi. “Persiapan yak sesuai dengan masing-masing individu. Dan Brimob sudah ngerti,” tambahnya.
Kendati telah melakukan persiapan pelaksanaan eksekusi mati, Liliek mangaku pihaknya belum mengetahui kapan pelaksanaan. Namun begitu, persiapan pasukan terus dilakukan setelah adanya penegasan akan adanya eksekusi mati oleh pihak Kejaksaaan Agung terhadap terpidana mati sebagai perang terhadap peredaran narkotika.
Kendati sudah terbiasa berdinas di daerah konflik, pasukan tetap menjalani pelatihan mental dan menjalani program penguatan rohani. Tujuannya agar tidak mengalami stress atau depresi, sebelum, saat dan pasca melakukan eksekusi. “Ini adalah program khusus yang dijalani para eksekutor. Tim belum bergeser dan masih menunggu perintah,” tambah Liliek. (MJ-060)