Semarang – mediajateng.net

Sastrawan asal Semarang, NH Dini mengaku prihatin terhadap dunia sastra di Indonesia yang semakin menyempit di media, terutama di media televisi. Menututnya, perlu adanya upaya untuk menyadarkan media memberikan ruang untuk karya sastra.

“Saya prihatin dan media harus disarakan. Terkait hal ini, saya diundang untuk menghadiri acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2017 di Bali tanggal 25-30 Oktober 2017,” ujarnya, Selasa (24/10) di Semarang.

Menurutnya, acara festival seni dan sastra tersebut akan dihadiri oleh ratusan penulis, seniman, budayawan, dan tokoh terkenal dari 20 negara. NH Dini mengaku dalam acara bertema ”Sangkang Paraning Dumadi” itu, dirinya akan menceritakan sejarahnya dalam dunia kepengarangan dalam program Living Literary Legend.

“Penggemar sastra Indonesia tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri seperti Amerika, Belanda, Australia, dan Kanada,” katanya.

Rencananya, Nh Dini akan meraih trofi penghargaan dalam acara tersebut bertajuk Litelary Award for Lifetime Achievement. Sebelumnya, predikat tersebut diperoleh Alm. Sitor Situmorang pada gelaran ke 7 UWRF.

Dia mengaku bangga dengan trofi tersebut, menurutnya Sitor adalah seniornya yang handal dalam bidang sastra. Salah satu kriteria peraih penghargaan tersebut adalah karyanya harus bisa dinikmati di 10 negara.

”Karya sastra Indonesia banyak dinikmati di luar negeri seperti Amerika, Belanda, Australia, dan Kanada,” imbuh sastrawan yang bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin ini. (MJ-606)