SEMARANG, Mediajateng.net – Kasus kekerasan terhadap anak seolah terus mengalir. Setiap tahun, setiap hari jumlahnya terus stagnan bahkan meningkat. Hal ini menjadi Pe-eR untuk para orangtua, guru dan berbagai pihak terkait.

Sayangnya, justru kekerasan terhadap anak banyak terjadi di lingkungan terdekatnya, yaitu rumah dan sekolah. Lalu, bagaimana seharusnya mencegah dan benar-benar menghilangkan kekerasan dari anak?
Banyaknya kasus kekerasan di sekolah mendasari Yayasan Setara mengajak berbagai lembaga, pemerintah, anak-anak dan media massa dalam rangkaian kegiatan Yearly Event yang ke VII melalui “Kampanye peringatan hari anak internasional dan 20 hari anti kekerasan terhadap anak 2016” yang akan dilaksanakan antara tanggal 20 November sampai dengan 10 Desember 2016.
Yayasan Setara sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang telah memulai gerakan memajukan hak-hak anak sejak tahun 1993 di kota Semarang. Dalam rangkaian kampanye ini, Yayasan Setara menggencarkan sosialisasi serta penolakan terhadap kekerasan anak.

Hastag #SaringSharingmu juga diluncurkan di berbagai media sosial sejak pembukaan acara Kampanye 20 Hari Anti Kekerasan Anak dengan tagline “Saring apa yang kamu sharing, saring apa yang kamu browsing.”
Salah satu kegiatan yang digelar yaitu Launching Buku ‘Makta’ Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak oleh Bengkel Sastra Maluku. Acara tersebut didahului dengan seminar mengenai Pencegahan Kekerasan di Sekolah yang difasilitasi oleh Unicef dan Yayasan Setara.
Selain karena banyaknya kasus kekerasan psikis, fisik dan seksual di sekolah, praktek corporal punishment juga masih sering terjadi.
Ika Camelia, selaku Direktur Program Yayasan Setara menyatakan bahwa program sekolah ramah anak sudah ada di setiap sekolah, namun belum berjalan secara maksimal. “Salah satu indikator sekolah ramah anak adalah sudah tidak adanya kekerasan di sekolah, selain itu sekolah juga harusnya sudah memiliki kebijakan tentang larangan hukuman fisik,” kata dia.
Acara yang diselenggarakan di Wisma Perdamaian pada Sabtu, 3 Desember itu dimulai dengan seminar ‘Pencegahan Kekerasan di Sekolah’ pukul 13.00 dan dilanjutkan dengan Diskusi Buku ‘Larik-larik Kata’. Kemudian, Launching buku ‘Makta’ Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak. (MJ-017)

1 KOMENTAR

Comments are closed.