Sejumlah anggota Polres Grobogan, Berjaga di rumah duka Anggota Kopassus korban penembakan di Papua. Foto : Agung Tri

GROBOGAN, Mediajateng.net- Karangan bunga dengan ucapan turut berduka cita dari Panglima TNI, Danjen Kopassus, Pangdam IV Diponegoro, Danrem, dan Dandim 0717 Purwodadi, tampak menghiasi sebuah rumah milik pasangan Suraidi Iskandar dan Sufitri, yang berada di Dusun Pateh, Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari Jumat (8/2).

Benar, saat ini Suraidi beserta istri sedang berkabung, pasalnya anak semata wayangnya gugur dalam tugas negara di Papua.

Serda Siswanto Bayu Aji (24), merupakan satu dari tiga anggota TNI dari kesatuan Kopassus yang gugur dalam serangan mendadak yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua, Kamis (7/2).

Bayu bersama 24 anggota TNI lainnya saat itu melaksanakan operasi pengamanan jalur proyek infrastruktur Trans Papua – Wamena di Kabupaten Nduga Provinsi Papua.

Menurut pengakuan ayah korban Bayu Aji berangkat tugas di Papua dua bulan yang lalu.

“Anak saya, berangkat tugas ke Papua sekitar dua bulan lalu,” kata Iskandar, saat ditemui wartawan di rumah duka, Jumat (8/3/2019).

Sebelumnya, memang sudah terdengar kabar jika anaknya gugur dalam baku tembak di Papua. Namun, Iskandar mengaku belum percaya dengan kabar duka yang diterimanya.

Pensiunan Kepala Sekolah itu mengaku baru percaya setelah menerima kabar duka tersebut secara resmi pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB.

“Saya baru percaya setelah Pak Danramil Wirosari menyampaikan kabar duka tersebut ke rumah, menjelang Isyak. Atas kejadian ini, saya merasa ikhlas karena anak saya gugur demi negara,” ungkap Iskandar yang tampak sangat tabah menerima kenyataan itu.

Dikatakan Iskandar selama di Papua, Bayu beberapa kali mengirim kabar lewat telepon.

Antara lain, Bayu mengabarkan jika sudah sampai Papua. Kemudian sekitar pertengahan Februari, Bayu juga sempat telepon ke rumah.

“Selama tugas di Papua, saya memang tidak pernah menghubungi lebih dulu karena khawatir mengganggu tugasnya. Jadi, Bayu yang lebih sering telepon,” katanya.(Ag-MJ)