Grobogan, Mediajateng.net – Kantor Operasional dan Perawatan Waduk Kedung Ombo (BBWS) Jratun Seluna digeruduk para pendemo yakni puluhan orang mengatasnamakan warga korban Kedung Ombo, Jumat (24/8/2018).

Aksi demo ini dilakukan untuk menuntut agar bendungan Kedung Ombo kembali dibuka. Tujuannya, untuk menggenangi tanah mereka yang sudah bertahun-tahun ditanami tanaman palawija atau padi.

Aksi paksa menerobos pintu yang dilakukan pendemo sebelumnya sudah dihalangi para petugas dari TNI dan Polri. Namun, mereka bersikeras ingin masuk ke kantor menemui pimpinan Jratun Seluna itu.

“Kami minta ketemu dengan pimpinan kantor Jratun Seluna. untuk segera membuka bendungan agar tanah mereka yang terendam air Kedung Ombo sudah bisa ditanami seperti sedia kala,” kata seorang pendemo.

Secara kronologis, tahun 1980- an , sawah maupun ladang para warga ini akan dibangun proyek Kedungombo. Namun, karena ada beberapa warga yang menolak dipindah dengan alasan keberatan meninggalkan kampung halamannya.

“Saat itu juga ada warga yang menolak dipindah dengan alasan ganti rugi dari pemerintah tidak sesuai dengan keinginan mereka,” kata Faris, juru bicara para korban Kedung Ombo ini.

Namun, apapun alasannya, pembangunan Kedung Ombo tetap dilakukan pada tahun tersebut. Dengan terpaksa, kampung halaman mereka tetap ditenggelamkan, sehingga pekarangan, sawah, dan tanah mereka terendam air waduk Kedung Ombo.
Sementara uang ganti rugi tersebut masih berada di kantor pengadilan Boyolali. Namun, hingga saat ini belum ada satupun warga yang menjadi korban mengambil uang ganti rugi tersebut.

Faris berharap petugas Kedung Ombo agar memnuka pintu air dengan harapan, tanah dan sawah mililknya serta milik warga lain dapat ditanami palawija maupun padi seperti dulu.

“Karena hampir 30 tahun sengketa tanah milik warga dan pemerintah hingga saat ini belum ada hukum yang tetap. Kami berharap aparat penegak hukum segera menyesaikan kasus sengketa tanah warga Kedung Ombo dengan pemerintah. Tetapi, kalau memang kasus ini sudah selesai atau sudah ada titik temu, kami ikhlas tanah kami ditenggelamkan dan warga tidak akan menghalangi proyek Kedung Ombo tersebut,” tambah Faris.

Akhirnya, para pendemo dipersilakan masuk untuk duduk bersama dikawal penjagaan ketat dari aparat. Di kantor tersebut, warga dipertemukan dengan Sabar Santoso, petugas pelaksana Waduk Kedungombo. Kepada para warga, Sabar menjelaskan dirinya tidak berani membuka bendungan tanpa izin dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi Jawa Tengah.

“Masalah tuntutan warga, saya tidak bisa memutuskan sendiri karena harus ada perintah dari pusat,” ujar Sabar. (Ag-Mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.