SEMARANG, Mediajateng.net – Perwakilan Serikat Karyawan Semen Indonesia (SKSI) dan Serikat Karyawan Semen Gresik (SKSG) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisan Terpadu (SPKT) Polda Jateng guna melaporkan dua warga penolak pabrik PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang.

Dua orang yang dilaporkan tersebut masing masing berinisial JP dan GRT yang mengaku atas nama masyarakat dan membuat tulisan berbentuk selebaran dan postingan di twiter.

“Kami melaporkan dua orang berinisial JP dan Grt atas pernyataan yang mereka sampaikan,” kata kuasa hukum SKSI dan SKSG Wahyu Baskoro, usai mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Jawa Tengah di Semarang, Rabu  (2/11).

Menurutnya dalam laporan lisan tersebut disampaikan pula barang bukti berupa selebaran yang diduga berisi informasi menyesatkan tentang pembangunan pabrik di Rembang.

Informasi dalam selebaran gelap tersebut berupa analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pabrik Semen Indonesia di Rembang dianggap abal-abal.

Selain itu, lanjut dia, selebaran tersebut juga mengutip hal tidak lengkap dari amdal tersebut berkaitan serapan karyawan atas beroperasinya pabrik tersebut.

“Dalam selebaran itu ditulis pabrik semen hanya akan menyerap 365 karyawan, padahal kalau ditotal kita sebelumnya telah menyerap 1.200 an karyawan,” kata anggota Tim Pengacara Penyelamatan Aset Negara tersebut.

Atas perbuatan tersebut SKSI dan SKSG melaporkan dugaan pidana sesuai pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan pasal 311 KUHP tentang perbuatan yang menimbulkan fitnah.

“Nanti kewenangan penyidik jika dalam perkembanganya ada pasal atau Undang undang lain yang menyangkut pencemaran nama baik,” imbuhnya.

Sementata itu Wakil Ketua SKSI Rurry Adam menambahkan dampak selebaran menyesatkan tersebut secara langsung maupun tidak langsung merugikan karyawan. Menurut dia, perbuatan tersebut juga berdampak terhadap kinerja perusahaan dengan merosotnya harga saham. (MJ-303)

Comments are closed.