Semarang-mediajateng.net

Petugas Badan Narkotika Nasionap Provinsi (BNNP)Jateng berhasil membekuk pengedar dan kurir Narkoba yang lintas Provinsi dikendalikan oleh warga binaaan dua Lemanga Pemasyrakatan Ambarawa dan Nusakambangan, Minggu (2/4). Dari penggerebekan awal di stasiun Jebres Solo petugas berhasil mengamankan sabu seberat 500 gram atau kurang lebih 1/2 Kg.

Dua pelaku masing masing masing-masing bernama Nanang Susilo warga Ds Torosemi Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo yang disinyalir sebagai pengedar dan pembawa Sabu, sedangkan Aan Dwi Rahmanto warga Desa Jati , kecamatan Gatak kabupayen Sukoharjo ini diduga sebagai Kurir

Dari keterangan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jateng Brigjen Tri Agus Heru P mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut berawal adanya informasi pada hati sabtu (1/4) bahwa akan ada pengiriman dari jalur darat melalui Kereta Api dari Jakarta menuju Surakarta

” setelah dilakukan penyelidikan ternyata Nanang Susilo ini menaiki kereta majapahit dari stasiun Senen Jakarta menuju stasiun Jebres Surakarta dan akan tiba pada hari minggu pukul 03.30 Wib. Kita buntuti dan kita tangkap Nanang saat menghampiri Aan,”ujar Tri Agus

Setelah dilakukan pengembangan terhadap keduanya Brigjen Tri Agus menyebut nama Wahyudi yang merupakan warga Binaaan LP Ambarawa Kabupaten Semarang yang diduga mengendalikan Nanang dan Aan.

” Dari pengembagan dan menangkap Wahyudi warga binaan LP ambarawa ternyata yang bersangkutan bekerjasama dengan Ahmad Fadillah alias Ading yang merupakan Warga binaan LP Nusakambangan Cilacap. Ading ini sudah tiga kali menjadi residivis dalam kasus yang sama san sudah divonis, masing-masing 7 , 4 dan yang terkahir 10 tahun,”imbuh Tri

Selain menyita 500 gram sabu , Brigjen Tri Agus yang didampingi Kalapas Amabara Priya Pratama dan Kalapas Narkotika LP Nusakambangan Cilacap Untung Setiawan, mengamnkan akat komunikasi berupa Hp yang digunakan keduanya.

Para tersangka ini bisa dijerat dengan pasal 112.114 san 132 Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman setidaknya 20 tahun penjara. (MJ-303)