Semarang – mediajateng.net

Seorang remaja yang masih dibawah umur tewas setelah terlibat perkelahian dua kelompok pemuda di Kawasan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, atau tepatnya di Ruko pandanaran Hills Selasa (21/2/2017).

 Korban tewas bernama Hamzah Dendi Arianto(16) , warga Gemahsari Selatan Blok C/7, RT09/RW06, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Selang berapa jam Polisi menangkap satu tersangka penyebab tewasnya korban, yakni Hanafi,warga Tembalang Semarang.

Dari Informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat polisi mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya korban tergelatak di parit di pinggir Jalan R. Soekanto, Meteseh, Tembalang, sekira pukul 04.00 WIB. Setelah diselidiki, ternyata itu adalah korban penganiayaan.

 Lantas polisi bergerak dan berhasil menangkap Hanafi. Saat ditemui di Mapolsek Tembalang, Hanafi mengatakan, dia sekira pukul 02.00 WIB telah dikeroyok oleh kelompok korban alias kelompok Hamzah saat berada di Ruko Pandanaran Hills

“Saat itu saya mau jemput isteri di tempat karaoke. Karena karaoke tutup. Tiba-tiba di jalan, depan PDAM Kedungmundu saya dikeroyok, kepala saya dipukul gesper oleh korban (Hamzah),”kata Hanafi.

 Usai dipukul Hanafi berobat ke RS Bhayangkara dan berniat melapor ke Polsek Tembalang. Namun, saat perjalanan dari RS Bhayangkara hendak ke mapolsek, dia melihat gerombolan pemuda bersepeda motor yang salah satunya tersapat Hamzah

Sempat bisa kabur, namun di Jalan R Soekanto itu Hanafi bisa memergokinya. Dia menggunakan batu, melempar Hamzah yang saat itu mengemudikan sepeda motor matic.

“Dia jatuh, saya nggak tahu kena apanya. Dia boncengan. Keduanya jatuh masuk got, motornya nabrak pohon mangga,” lanjutnya.

Dia mengaku tak tahu betul kondisi korban, apakah meninggal dunia atau tidak. Dia langsung kabur meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) hingga tak lama, ditangkap petugas Reserse Mobile (Resmob) Polsek Tembalang.

 Kapolsek Tembalang, Kompol Subagyo, mengungkapkan selain menangkap Hanafi, pihaknya juga menetapkan satu tersangka kasus penganiayaan yang korbanya adalah Hanafi. Tersangka berinisial ND (15) warga Gayamsari Semarang.

“Jadi Hanafi ini tersangka, sekaligus korban. Hanafi ditetapkan tersangka sebagaimana Pasal 351 ayat (3) penganiayaan menyebabkan kematian, ancaman hukumannya 7 tahun penjara. Sedang ND juga kami tetapkan sebagai tersangka penganiayaan dengan korban Hanafi, Pasal 351,” kata Kapolsek.

Subagyo mengatakan, awalnya korban Hamzah ini sempat diduga korban kecelakaan lalu lintas. Namun setelah dilakukan penyelidikan yang cepat dan akurat, didapati fakta dia adalah korban penganiayaan.

“pihaknya masih mengejar satu pelaku lain untuk kasus penganiayaan yang menyebabkan Hamzah meninggal dunia,” ujarnya

Keduanya kini ditahan di Mapolsek Tembalang guna proses hukum lebih lanjut. Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya; batu yang digunakan untuk melempar korban dan dua sepeda motor. ( MJ-303)

Comments are closed.