GROBOGAN, Mediajateng.net – Kecelakaan maut kembali menimpa rombongan studi tur SMPN 1 Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Senin (1/10/2018) dinihari sekitar 00.00 di Tol Pejagan-Kanci Brebes. Satu dari lima bus yang mengangkut rombongan darma wisata ini mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan empat korban meninggal dunia.

Kabar kecelakaan ini membuat tangisan para guru dan ratusan siswa kelas VII dan IX pecah. Mereka menangis histeris di sekolah setelah mendapat kabar adanya korban jiwa dan korban luka pascakecelakaan ini.

Mendapat kabar tersebut, pihak SMPN 1 Pulokulon yang diwakili Sodikin, Wakil Kepala SMPN 1 Pulokulon langsung menginstruksikan 230 siswa yang tersisa di 4 bus lainnya dipulangkan secara paksa meskipun mereka belum sampai ke tempat tujuan. Rencananya, mereka akan berdarma wisata di Jakarta dan Bandung.

“Siswa kita pulangkan paksa. Semua kita pulangkan walaupun belum sampai ke tujuan,” ungkap Sodikin, Wakil Kepala Sekolah SMP N 1, Pulokulon, saat ditemui mediajateng.net, sembari menunggu kepulangan siswa.

Dijelaskan juga, korban yang tewas langsung dipulangkan dari RS Gunung Jati, Cirebon. Sementara siswa yang tidak mengalami kecelakaan terpaksa pulang tanpa meneruskan perjalanan. Keputusan ini, lanjut dia, diambil karena tidak mungkin siswa dan guru yang tidak terluka bersenang-senang, sementara teman-temannya mengalami luka bahkan ada yang meninggal.

Tidak hanya itu saja. Aktivitas belajar-mengajar bagi siswa kelas VII dan XI harus diberhentikan sementara karena insiden kecelakaan maut di tol tersebut.

“Tidak saja bagi siswa yang dalam perjalanan, namun kita penghentian sementara aktifitas sekolah juga dilakukan imbas dari insiden kecelakakan maut di Tol Cipali. Insiden kecelakakan, dialami bus 2 dari lima bus yang disewa Rafa Tour selaku biro perjalanan. Siswa yang di sekolah menangis histeris mendengar kelas VIII yang sedang darma wisata kecelakakan di tol. Mereka menangis terus sehingga proses belajar mengajar kita hentikan. Dan siswa kita minta belajar di rumah,” tambah Sodikin.

Diakui Sodikin, peristiwa kecelakaan ini pernah dialami SMPN 1 Pulokulon di tahun 2017. Dalam kecelakaan tersebut, satu orang tewas, satu luka berat dan dua luka ringan. Hal tersebut membuat pihak sekolah tertekan sekaligus trauma. “Ini sangat membuat kita tertekan. Ini membuat kita trauma. Mungkin, untuk evaluasi ke depan kita akan menghentikan sementara kegiatan wisata untuk siswa,” ungkapnya.

Dalam kecelakaan maut Senin dinihari tadi, empat korban dinyatakan tewas yakni Desy Ruma Sitasari, Moh Mafhut Ahnan, Akhiyat Mufti Syahbana dan Fidya Kastarena. Dari daftar tempat duduk yang dipasang pihak sekolah, Desy, merupakan penumpang yang duduk di kursi nomor 6 sebelah kiri pengemudi. Sementara, Fidya duduk di kursi nomor 23 dan Akhiyat berada di kursi nomor 44.

Orang Tua Mafhut Menyesali
Peristiwa kecelakaan maut yang dialami satu rombongan studi tur di Tol Pejagan, Senin dinihari tadi, membuat para orang tua siswa yang tewas sangat berduka.

Termasuk Ramlan, orang tua siswa Mafhut Ahnan. Dituturkan kepada para pelayat, anaknya yang duduk di kelas VIII itu sebelumnya enggan berangkat. “Tetapi karena desakan pihak sekolah yang telah menganggarkan biaya untuk berwisata maka Mafhut berangkat.

“Malah kejadianya seperti ini,” ungkapnya lirih saat menerima ucapan belasungkawa dari para pelayat. (Ag-Mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.