SEMARANG, mediajateng.net, – Kalangan dewan menilai rencana Pemerintah Kota Semarang yang akan membangun travelator di jalur perlu pengkajian secara mendalam. Meski rencana tersebut merupakan gagasan bagus untuk menjadikan Semarang ke arah smart city, namun demikian, untuk menjadi kota ramah pejalan kaki bukan dengan membangun travelator.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Agung Budi Margono, kemarin. Menurutnya, pembangunan pendestrian yang lebih luas dan nyaman dinilai lebih bermanfaat ketimbang pembangunan travelator.

“Semarang harusnya menjadi kota ramah pejalan kaki bukan malah dengan travelator, tapi berikan ruang yang lebih luas untuk pendestrian agar masyarakat lebih sehat. karena toh kita masih banyak membutuhkan pendestrian yang lebih banyak, dan nyaman,” kata politikus dari partai PKS ini.

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan, gagasan Pemkot Semarang membangun travelator punya niatan yang baik, namun banyak pula mudaratnya. Apalagi untuk perawatan jangka panjang.

“Saya menangkap gagasan ini baik niatnya baik untuk kita maju. Tapi dalam hal tertentu pemkot bisa mengambil ide lain. Kalau ide jembatan kaca di Tinjomoyo itu saya rasa keren dan bagus sebagai landmark kota,” ujarnya.

Agung menerangkan lebih lanjut, adanya pedestrian yang luas dan nyaman bagi masyarakat terlebih ditambah ornamen-ornamen pendukung bisa menjadi ide lain selain merealisasikan pembangunan travelator di Pedestrian. (ot/mj)