SEMARANG, Mediajateng.net – DPRD Jawa Tengah terus memberikan dorongan agar pengawasan terhadap sekolah di berbagai tingkatan di wilayah Jawa Tengah dioptimalkan.

Menurut Yudi Indras Windarto, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, pengawasan internal sekolah menjadi perlu, agar kasus yang terjadi di SMA Negeri 1 Semarang, menjadi tidak terulang.

“Jangan sampai sanksi siswa harus dikeluarkan dari sekolah terulang kembali. Karena hal ini sangat bertentangan dengan hakekat undang – undang pendidikan. Sebelum mengeluarkan sanksi, sekolah harus memenuhi sejumlah koridor – koridor terlebih dahulu.” demikian tegas Yudi, saat berdiskusi dalam Mendidik dan Membentuk Karakter, Senin ( 19/3 ) di lobby Quest Hotel Semarang.

Menjawab persoalan pengawasan setiap sekolah, menurut Kepala Seksi Kurikulum SMK, Hari Mulyono, pihak Dinas Pendidikan Jawa Tengah sudah sedemikian kesulitan mengingat jumlah sekolah yang tersebar di berbagai wilayah sudah ribuan. Untuk mengatasi hal tersebut pihak dinas pendidikan berupaya terus untuk mematangkan sekolah yang ada melalui sebuah standar kebijakan.

“Dengan standar kebijakan tersebut, diharapkan sektor pendidikan ini bisa mengatasi dunianya sendiri Setiap siswa tetap harus mendapatkan jaminan pendidikan.”kata Hari

Melihat perkembangan yang terjadi dalam kasus SMA Negeri 1 Semarang, berbagai pendapat pun bermunculan dari masyarakat sebagai orangtua murid. Masyarakat berharap ke depan jangan lagi siswa kembali menjadi korban.

“Harus ada komunikasi dua arah, antara orangtua dan para pendidik.Sekolah harus bisa berkomunikasi dengan orangtua. Begitu pula dalam setiap persoalan menyangkut siswa, setiap sekolah harus memiliki rekam jejak dokumentasi yang akurat. Sehingga keputusan yang dikeluarkan pun dapat diterima seluruh pihak,’’ tutup Lufti salah satu warga Semarang