SEMARANG, Mediajateng.net, – Sejumlah pengusaha industri pangan di Kota Semarang masih menemui kendala pemasaran ke pasar luar negeri. Seperti yang disampaikan pemilik UD Putri Laut, Suhartono bahwa tempat usahanya itu masih membutuhkan peralatan yang lebih memadai untuk bisa menembus pasar ekspor.

“Kami berharap adanya dukungan atau bantuan dari pemerintah untuk memfasilitasi usaha kami sehingga bisa ekspor,” katanya dalam dialog dalam rangka kunjungan anggota Komisi IV DPR RI di Tempat Pengolahan Ikan UD Putri Laut di Jalan Purwosari VI, Tambakrejo, Gayamsari, Kota Semarang, (2/7).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendorong diperkuatnya hilirisasi baik bagi petani maupun nelayan di Indonesia.

“Hilirisasi adalah ke depan kita harus memperkuat dan menguasai industri pangan karena itu menjadi jalan yang sangat efektif untuk meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat,” katanya.

Menurutnya, melihat potensi sumber daya alamnya, dirinya yakin Indonesia dapat menjadi kekuatan pangan dunia jika bahan baku dapat diolah sehingga memiliki nilai tambah.

“Nah ini salah satu yang berhasil dan sangat baik, di Kota Semarang ada bandeng, cumi dan produk olahan lainnya,” ujarnya dari hasil meninjau bagian dalam tempat produksi UD Putri Laut.

Namun untuk bisa melakukan ekspor, Daniel mengatakan biasanya nilainya tinggi tidak hanya 100-200 kilogram, melainkan dalam satu bulan bisa lima container dan sifatnya terus menerus.

Dirinya pun mendorong pemerintah untuk men-support industri pangan, termasuk di Kota Semarang sehingga ekspor bisa terwujud pada 2020 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang turut hadir mengatakan bahwa para pegiat industri pangan di Kota Semarang bisa terfasilitasi oleh Kredit Wibawa.

Kredit Wibawa adalah program unggulan Pemerintah Kota Semarang untuk memfasilitasi kalangan UMKM dengan pinjaman berbunga rendah hanya tiga persen per tahun dan tanpa agunan.

“Untuk di tingkat Kota Semarang, ternyata yang namanya Kredit Wibawa ini belum tersosialisasi dengan baik karena waktu saya tanya, belum ada yang menggunakan. Maka tadi saya fasilitasi agar mereka dapat mengajukan sehingga kami dapat membantu teman-teman UMKM,” pungkas Walikota yang akrab disapa Hendi itu. (ot/mj)