KENDAL, Mediajateng.net – Melemahnya rupiah, membuat untung para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab nilai mata uang dolar meningkat, dan banyak pelaku UMKM yang mengekspor barangnya ke luar negri.

Di antaranya, UMKM yang bergerak di bidang cindera mata, ukir kayu dan lainnya. Seperti yang dikatakan oleh Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Regional III Jawa Tengah dan DIY, Indra Yuheri, Jumat (07/09) sore.

Yuheri, datang di Kendal dalam rangka menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan thema Peran OJK dalam pengembangan UMKM, di hotel Sae Inn.

Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan melemahnya rupiah membuat pendapatan pelaku UMKM bertambah. Untuk itu, harus hati-hati dalam menginvestasikan uangnya. “Kan banyak investasi bodong. Jadi harus hati-hati,” ujarnya.

Yuheri, menambahkan sebaiknya pelaku UMKM menyimpan uangnya di bank-bank milik pemerintah. Sebab lebih aman dan tidak mungkin hilang. “Situasi seperti ini, para pelaku UMKM harus bisa memanfaatkan,” jelasnya.

Terkait dengan hal itu, anggota DPR RI dari komisi XI, Alamudin Dimyati Rois, yang juga menjadi pembicara dalam sosialisasi OJK, mengatakan di Kabupaten Kendal banyak sekali pelaku UMKM. Mulai pengrajin batik, kopi Kendal, sirup, cindera mata dari kayu dan lainnya. Beberapa diantaranya sudah ada yang diekspor.

“Dolar lagi menguat, berarti pendapatan juga bertambah. Sebab satu dolarnya saat ini sudah mencapai 14 ribu lebih,”ujarnya.

Untuk itu, wakil rakyat dari PKB tersebut juga meminta kepada pelaku UMKM, supaya tidak boros dan pandai-pandai menggunakan uangnya.
“Simpan di bank resmi,” pintanya.

Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan thema Peran OJK dalam pengembangan UMKM, diikuti oleh pelaku UMKM, santri, dan organisasi keagamaan. (,)

2 KOMENTAR

Comments are closed.