SEMARANG, Mediajateng.net – Sudirman Said, calon gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Gerindra dan PAN menyatakan harus ada perubahan di Jawa Tengah. Terlebih saat ini posisi Jawa Tengah lebih tertinggal dari dua provinsi tetangga, Jabar dan Jatim.

Hal tersebut disampaikan Bung Dirman, sapaan karibnya usai mengukuhkan 152 relawan eks karesidenan dan kabupaten/kota di Hotel UTC, jalan Kelud Semarang, Minggu (17/12).

Dalam pandangan Bung Dirman, sapan karibnya, ketertinggalan Jawa Tengah dari dua provinsi tetangga, Jabar dan Jatim karena pola kepemimpinan. Makan menurutnya, hal pertama yang harus dirubah adalah pemimpinnya. “Ganti pemimpin,” tegas dia.

Ketertinggalan Jawa Tengah yang dimaksud Bung Dirman adalah soal Pendapatan Asli Daerah (PAD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun soal Upah Minimum Provinsi (UMP) serta beberapa hal lainnya.

Menimpali ungkapan Bung Dirman soal ganti pemimpin, wartawan melontar pertanyaan, “pemimpin yang sekarang bagaimana?”, Bung Dirman menjawab, “saya tidak boleh mengomentari soal itu, tidak elok.”

Kemudian dia menjelaskan bahwa jalannya sebuah roda pemerintahan berada di genggaman seorang pemimpin. Pemimpin, menurut dia, bukanlah seorang bos, terlebih di tingkat provinsi yang mesti menjalin kemitraan dengan pemerintah atau pemimpin-pemimpin di daerah kabupaten/kota.

“Kepemimpinan di provinsi, Jateng dalam hal ini adalah salah satu bagian dari orkestra, yang harus menjaga harmoni dengan nada-nada dari pemimpin di tingkat kabupaten/kota maupun pusat,” kata dia.

Kemudian dia mengibaratkan bahwa dirinya ingin menjadi kendang dalam sebuah orkestra gamelan. “Yang menjaga ritme, namun tidak dominan, karena gubernur memang bukan bos namun mitra dari bupati dan walikota,” kata dia. (MJ-017)