SEMARANG, Mediajateng.net, – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyiapkan anggaran maksimal Rp 200 Juta bagi tiga besar pemenang Food Startup Indonesia (FSI) 2018.

Demikian diungkapkan Kepala Subdirektorat Dana Masyarakat Bekraf, Hanifah Makarim, disela-sela sosialisasi FSI 2018 di Kota Semarang.

Menurutnya, dana ratusan juta itu merupakan bantuan yang diberikan untuk permodalan pelaku usaha ekonomi kreatif sektor usaha kuliner dan aplikasi digital.

Rp 200 Juta itu maksimalnya. Jadi tidak semuanya sama bantuannya. Dan lagi tidak hanya bagi tiga pemenang. Jangan khawatir, kita tidak batasi. Silahkan saja mendaftar di website dengan melengkapi dokumen persyaratannya dan mengajukan proposal, kalau lolos akan diberikan bantuan,” katanya.

Selain itu, Bekraf memberikan bantuan permodalan bertujuan meningkatkan usaha bagi startup termasuk menggali potensi semua pelaku kuliner, baik yang sudah melakukan bisnis secara daring atau online maupun yang masih konvensional agar mendapat bantuan mengembangkan usahanya.

Data 2017, sebanyak lebih dari dua ribu yang mendaftar dan diseleksi sampai pada tiga besar yang terpilih dan tahun ini diperkirakan akan meningkat.

“Kegiatan ini bertujuan bagaimana caranya membantu pengembangan ekonomi kreatif untuk mendapatkan akses permodalan dalam meningkatkan kapasitas usahanya lebih baik dari sebelumnya,”tambahnya menjelaskan.

Disinggung mengenai Kota Semarang yang masuk dalam agenda sosialisasi FSI 2018, Hanifah mengatakan, Kota Semarang termasuk dalam lima besar kota yang mengalami perkembangan signifikan soal kulinernya. Selain itu, banyak pelaku usaha kuliner dan aplikasi digital yang mengikuti FSI tahun lalu.

“FSI tahun lalu, 10% pendaftar dari Jawa Tengah dari total dua ribu yang mendaftar. Kami sudah mengamati kuliner di Semarang terus bertambah dan berkembang, meski lebih berkembang dari Jawa Barat dan Jawa Timur,” katanya.

Hanifah menambahkan, dengan diselenggarakan FSI, pihaknya mendorong makanan khas daerah bisa menjadi makanan dengan rasa nasional hingga dinikmati banyak orang. Bahkan Bekraf telah bekerja sama dengan Salim Grup diketahui menjalankan bisnis minimarket Indomaret dengan outlet dimana-mana, tentunya dengan produk yang sesuai standar maka produk dari pelaku ekonomi kreatif secara langsung akan dipasarkan di minimarket tersebut.

Seperti diketahui, Bekraf melakukan sosialisasi FSI 2018, tidak hanya di Kota Semarang, juga akan dilaksanakan di beberapa kota lainnya di Indonesia, seperti di Makasar, Banjarmasin, Malang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram dan Belitung.(Fajar-Mj)