Grobogan, Mediajateng.net-

Menjaga kehormatan wilayah bukan saja kewenangan pemerintah. Namun, kebersamaan dan kekompakan warga akan mampunmengangkat derajat tempat kelahiran atau bahkan tempat tinggal.

Hal ini yang dilakukan warga Grobogan. Usai Shalat Jumat, ratusan warga Kabupaten Grobogan turun ke jalan sambil membawa spanduk dan tulisan. Mereka mengelilingi Alun-alun Purwodadi dan berhenti di depan Kantor Bupati Grobogan, Jalan Gatot Subroto, Purwodadi, Jumat (18/1/2019).

Mereka yang turun ke jalan ini tergabung dalam Masyarakat Grobogan Anti Hoax yang melakukan aksi damai menuntut akademisi Rocky Gerung meminta maaf secara resmi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Grobogan menyusul komentarnya saat berlangsungnya acara talkshow jelang Debat Capres perdana di sebuah stasiun televisi nasional, Senin (14/1/2019) lalu.

Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Grobogan Anti Hoax (AMGAH) itu merasa geram dengan apa yang telah diucapkan akademisi dari salah satu PTN ternama di Jakarta. Kegeraman tersebut diwakili koordinator aksi, Fathoni.
Menurut Fathoni, adanya pernyataan tersebut membuat masyarakat Grobogan resah dan merasa lesu untuk menggerakkan roda perekonomiannya. Terutama masyarakat menengah ke bawah.

“Masyarakat menengah ke bawah banyak menjadi lesu. Komentar tersebut jelas sudah sangat mengganggu psikologi masyarakat Grobogan. Karena itu, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kami akan menuntut Rocky Gerung untuk minta maaf kepada masyarakat Kabupaten Grobogan,” kata dia.

Pihaknya juga akan menyurati Rocky Gerung untuk menuntutnya minta maaf secara resmi kepada warga Grobogan. Pihaknya juga akan datang di Jakarta dan menggelar aksi di sana agar tuntutan itu bisa didengarnya langsung.

“Kami juga menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk melakukan hal yang sama. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat pada Pemerintah Grobogan dalam memberikan perlindungan dan menjaga nama baik daerah semakin terbukti,” kata Fathoni.

Sekretaris Daerah, Moh Soemarsono mengungkapkan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Grobogan saat ini berada posisi ke 12 di Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 12,3 persen dari seluruh warga Grobogan. Meski masih berada di zona merah, namun Pemkab Grobogan menolak disebut termiskin. Pihaknya sendiri juga akan minta klarifikasi Rocky Gerung melalui jalur birokrasi yang ada.

“Mungkin yang bersangkutan menggunakan data-data lama. Saat ini, Kabupaten Grobogan berada di posisi 12 se Jawa Tengah. Kabupaten Grobogan juga sebagai penyangga pangan kedua di Jawa Tengah. Jadi, tidak bisa disebut sebagai yang termiskin,” pungkasnya. (Ag-MJ)