SEMARANG, Mediajateng.net,  –  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang menargetkan pembangunan fisik Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Semarang barat selesai dalam kurun waktu 1,5 tahun.

Demikian diungkapkan Pj Direktur Utama PDAM Kota Semarang, Iswar Aminuddin usai Rapat Pemenuhan Pembiayaan Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) SPAM Semarang Barat di kantor PDAM Kota Semarang, Rabu (22/5).

Menurutnya, sebelumnya pihaknya menargetkan selesai pembangunan fisik dalam waktu dua tahun.

“Kita berkomitmen untuk mempercepat pembangunannya selama 1,5 tahun supaya segera bisa dinikmati masyarakat,” ujar Iswar.

Adapun SPAM Semarang Barat ini nantinya akan mengakomodir kebutuhan air minum masyarakat di tiga kecamatan. Antaralain Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Ngaliyan, kecamatan Tugu.

“Keberadaan SPAM Semarang Barat ini memberikan suatu semangat bahwa, Pemkot Semarang dibantu dengan pemerintah pusat memberikan manfaat atas proyek ini kepada masyarakat di tiga kecamatan itu,” ujarnya.

Dikatakan Iswar, ke tiga kecamatan tersebut memang selalu mengalami krisis air bersih. Sehingga kehadiran SPAM Semarang Barat nantinya dapat menyejahterakan masyarakat di tiga kecamatan itu.

SPAM Semarang barat juga akan menyuplai kebutuhan air bersih bagi sekitar 420.000 jiwa atau sekitar 30 persen dari jumlah warga Semarang. Dimana SPAM Semarang Barat ini dibangun dengan biaya investasi sebesar Rp 1,15 triliun.

Melalui skema KPBU, sebagian dana dibiayai oleh investasi badan usaha yakni PT Aetra Air Jakarta dan PT Medco Infrastruktur Indonesia selaku pemenang tender. Kedua perusahaan tersebut kemudian membentuk perusahaan PT Air Semarang Barat dengan nilai investasi sebesar Rp 417,2 miliar.

Selain itu, Pemkot Semarang juga memberikan dukungan dari APBD senilai Rp 100 miliar dan PDAM Kota Semarang senilai Rp 322 miliar. Biaya Investasi PT Air Semarang Barat akan digunakan untuk membiayai pembangunan intake 1.050 liter per detik, pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 2,2 kilometer.

Kemudian pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) berkapasitas 1.000 liter per detik, pipa transmisi dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) ke reservoir dan pembangunan empat reservoir.

“Dari sana kami akan berkoordinasi terus dengan pemerintah pusat, bagaimana percepatan pembangunan kita lakukan,” katanya.

Untuk lahan, lanjutnya, memang sudah tidak ada kendala. Dimana pembebasan lahan sudah 100 persen dilakukan oleh Pemkot Semarang.

”Untuk lahan beberapa waktu lalu memang kita mengalami kendala. Namun sekarang sudah bisa diselesaikan,” ujarnya. (ot/mj)