Semarang,Mediajateng.net-Kepala Dinas Perdaganan Kota Semarang Fajar Purwoto Sabtu (7/1) sekitar pukul 22.00 melakukan sidak dan peninjauan langsung ke pedagang grosir Pasar Ikan Rejomulyo, terkait deadline yang dikeluarkan pihaknya untuk segera pindah dan menempati kios yang baru paling lambat (31/1).

Setelah melihat langsung kondisi dan aktivitas pedagang, baik masalah bongkar muat, tempat parkir maupun sarana prasana lainya, Fajar langsung mengadakan pertemuan dengan pengurus Paguyuban Pedagang Ikan Basah dan Pindang (PPIBP) Pasar Rejomulyo Semarang, Mujiburohman, Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Suwanto serta Advokasi PPJP, Zaenal Petir.

“Saat tadi saya masuk pertama kali di pasar ini (Rejomulyo), saya langsung berpikir bahwa aktifitas bongkar muat ikan tidak mungkin dilakukan di tempat baru karena beberapa faktor, yang paling penting adalah kondisi ubin di tempat baru bisa membuat pedagang jatuh terpeleset saat aktifitas bongkar muat,” ungkap Fajar.

Sebagai langkah solusi, untuk sementara fajar menginstruksikan paling lambat dua minggu ke depan Pedagang Bumbon dan Ikan Asin terlebih dahulu yang harus segera pindah ke tempat baru yang lokasi hanya berjarak 50 meter.

“Sementara pedagang bumbon dan ikan asin. Untuk keluhan pedagan ikan asin yang lantainya harus dari kayu sementara swadaya dan pedagang sudah setuju, imbuh Fajar.

Untuk pembagunan kios bumbon dan ikan asing, Dinas Perdagangan dan pengurus pasar juga sudah sepakat agar seragam. Gambar disediakan oleh dinas sedang prmbangunan sementara dilakukan secara swadaya.

“Anggaran pembangunan kios tidak ada, karena sudah satu paket dengan bagunan. Ini kan untuk anak cucu pedangang juga. Saya berharap pedangan bisa memabangun sendiri,” ujarnya.

Sementara ini untuk pedagang ikan basah masih tetap menempati kios lama sambil menunggu laporan yang diberikan Dinas Perdagangan kepada Walikota Semarang.

“Ini saya laporkan pak Walikota dulu, semoga ada solusi terbaik, karena ikan basah di sini transaksinya dan omsetnya miliaran rupiah per malam,” pungkas Fajar.

Sementara itu ketua paguyuban pedadang ikan basah dan pindang pasar rejomulyo, Mujiburohman menyambut baik solusi yang ditawarkan oleh Kepala dinas Perdagangan Kota Semarang untuk sementara pedagang bumbon dan ikan asin untuk secepatnya pindah dan menempati tempat yang baru.

“Kami berharap ada solusi terbaik dari pemerintah Kota Semarang terhadap pedagang ikan basah, bukanya kami tak mau menempati bangunan baru yang sudah disediakan, tapi tempat baruitu tidak sesuai dengan harapan para pedagang.” tandas Muji. (MJ-303)