Semarang-mediajateng.net

Menanggapi keterlibatan mantan alumni SMK Negri 4 terduga teroriris asal Semarang Sarria Aditama (18) yang terlibat baku tembak di Kebun Jagung Desa Suwalan, Kecematan Jelu kabupaten Tuban pada Sabtu (8/4) , hampir semua Guru yabg pernah mengajarnya merasa kaget dan tidak menyangka sama sekali.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negri 4 Semarang, Marsrob mengugkapkan, setelah mendapat informasi dari Televisi dan media sosial dirinya lantas mengecek kebenaran dari para guru yang pernah mengajarnya

” memang betul mas, Satria Aditama merupakan aluhmni SMK 4. Dia lulus pada awal Mei 2016 dengan Nomer Induk Siswa 17417, dari jurusan Multimedia 2. Dia anak yang pintar, pendiam, rajin Sholatnya dan tak pernah melanggar aturan disini. Jadi semua guru tidak menyangka Satria terlibat dalam jaringan teroris,” ungkap Masrob saatf dutemu di ruang kerja ya Senin (10/4) pagi
Lebih lanjut Masrob mengatakan selama tiga tahun di sekolahan Satria tidak menunumjukan sifat radikal dalam pergaulan dengan rekanya ataupun Gurunya.

” mungkin paska lulus Satria bertemu dengan orang orang yang salah sehiingga bisa senekat ini,” imbuhnya.
Ketika disinggung pernyataan dari Mabes Polri yang menyatakan bahwa Satria Aditama mengalami gangguan jiwa, Masrob tambah kaget, lantaran selama tiga tahun berada di Sekolahan dirinys paham betul jika seorang siswa punya riwayat kejiwaan.

“Semua Siswa yang sering sakit, kesurupan bolos dan permasalahan dengan keluarga dsn kejiwaan pasti terdeteksi. Satria tidak ada dalam katagori itu, ” Pungkas Masrob ( MJ-303)