GROBOGAN- mediajateng.net

Diketemukan dengan korban yang pernah dicuri barangnya awal tahun 2017 lalu, Juma’in pelaku pencurian dan perampokan asal Mranggen, Demak, mengaku tersentuh. Pasalnya, bukan di pukuli, namun pemilik sepatu malah memaafkan kesalahan yang terpaksa dilakukan lantaran untuk memenuhi kehidupan anak dan istri.

“Saya ngreggel ketemu sama orang yang saya curi sepatunya. Bukannya marah, tapi saya dimaafkan,” aku Juma’in, dalam gelar kasus di Mapolres Grobogan, Rabu (26/4/2017).

Dengan maaf yang didapat, Juma’in mengaku akan berusaha meninggalkan dunia hitam yang dilakoni saat ini. Bukan janji ketika ditangkap polisi, namun dirinya mengaku akan berusaha mencari pekerjaan selain mencuri ketika bebas dari hukuman.

Mencuri mobil barang, tambah dia, dianggap seperti mencuri motor. Dimana, selain jarang dipasang alarm, bentuk slot kunci juga mirip dengan kunci motor. “Selain motor, saya hanya berani curi mobil pick up. Gampang bawanya jika Zenia dan Avansa atau jenis mobil lain saya tidak bisa buka kuncinya,” ayah dua anak yang saat ini menginjak remaja tersebut.

Mencuri, tambah dia, dilakukan secara berkelompok antara empat hingga lima orang. Dimana, pencurian dilakukan di Kabupaten Semarang, Kotasalatiga, Kota Semarang dan sejumlah daerah lainnya. “ada delapan mobil semua mobil barang,” tambahnya.(MJ-505)