DEMAK, Mediajateng.net – Ratusan pedagang yang tergabung dalam paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Adem Ayem berunjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Demak, Selasa (14/5/2019).

Para PKL yang menempati kawasan Jalur Lambat, Desa Katonsari Demak itu, menolak adanya penggusuran yang dilakukan oleh Satpol PP Demak.

Walaupun puasa Ramadhan , akan tetapi tidak menyurutkan langkah perjuangan para PKL untuk menyuarakan aspirasinya. Mereka tidak berjuang sendiri, sejumlah elemen masyarakat ikut mendampingi perjuangan para PKl, salah satunya dari LBH Demak Raya.

“Kita diasingkan, digusur , ini tidak manusiawi. Kita jadi PKL karena sempitnya mata pencaharian dan tidak punya ketrampilan. Kami membuka lapak jualan karena modal pas – pasan. Kita jualan untuk bertahan hidup, bukan hanya untuk suami atau istri saja tapi juga anak-anak,” teriak salah seorang pengunjuk rasa dari atas mobil komando.

Meski cuaca cukup panas, namun para PKL yang merasa didolimi oleh penguasa Demak itu terus berorasi saling membakar semangat kawan – kawannya. Tak hanya berorasi, para PKL juga menggelar sejumlah poster bernada kecaman, diantaranya, “Pejabat Penghianat Ingkar Janji”, “Kenapa Selalu Kau Usik Kami”, “Anak Sekolah Sing Nyangoni Sopo” serta “Kenapa Engkau Sangat Benci Kepada Kami, Apa Salah Kami”.

Ketua Paguyuban PKL Adem Ayem Demak, Ahmad Zaeni, sangat menyayangkan adanya penggusuran oleh satpol PP. Penggusuran itu sangat menyakiti hati para pedagang dan bentuk pengingkaran karena melanggar kesepakatan bersama antara pedagang dengan Pemkab Demak (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang).

“ Sebelumnya disepakati kami (PKL) boleh berjualan, asalkan tidak menggunakan tempat jualan yang permanen dan mudah dibongkar serta menjaga kebersihan lingkungan. Pemkab Demak juga sepakat tidak ada penggusuran,” kata Zaeni.

Aksi para PKL di Depan Pendopo Demak itu mendapat pengawalan dari aparat Polres Demak, untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan. Setelah bernegosiasi, sejumlah perwakilan PKL dijinkan masuk untuk menyalurkan aspirasinya. Mereka ditemui oleh Asisten I Pemkab Demak, Ahmad Nur Wahyudi yangb didampimgi sejumah pejabat dan Satpol PP Demak.

Menurut Wahyudi, penggusuran PKL di sepanjang Taman Mahesa Jenar hingga Katonsari atas perintah pimpinan. Pihaknya hanya menjalankan tugas saja.

Menanggapi komentar tersebut, Paguyuban PKL Adem Ayem Demak akan tetap berjualan apapun resikonya.

“Kalau tidak boleh berjualan, kita bawa gerobak ke pendopo. Kita tidur di pendopo,” ancam Zaeni yang diamini teman temannya.