Semarang, Mediajateng.net – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo memeringati Dies Natalis ke-46 dengan acara puncak Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-46 di Auditorium I Lantai 2 Kampus I UIN pada Rabu, 6 April 2016. Dalam kesempatan itu juga disampaikan orasi ilmiah oleh Dr Misbah Zulfa Elizabeth M Hum dengan tema “Resistensi: Hidden Transcript Partisipasi Politik Perempuan”.
Peringatan yang dihadiri oleh lebih dari 200 undangan ini digelar dengan penuh kekhidmatan dan kemeriahan. Diawali kirab tokoh Wali Songo, sembilan orang yang merupakan perwakilan dari setiap Fakultas dan Pascasarjana berjalan beriringan berdandan layaknya para Wali. Mereka berkeliling Kampus I sebelum akhirnya memasuki prosesi rapat senat digelar. Rektor UIN Walisongo Prof Dr H Muhibbin MAg menyatakan bahwa kirab tersebut dilakukan supaya mahasiswa, pegawai dan dosen kembali mengingat Wali Songo sebagai nama yang telah diabadikan untuk instisusi UIN.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dalam puncak dies natalis Rektor menyampaikan laporan tahunan yang merupakan catatan perkembangan UIN Walisongo sepanjang tahun 2015. Laporan ini merupakan dasar untuk melihat perkembangan yang dicapai oleh UIN Walisongo dan teropong untuk menentukan prioritas di waktu mendatang. “Di usia kelembagaan yang ke-46 ini kami berharap UIN berkembang lebih baik lagi di masa datang,” ujarnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Prof Dr Phil Kamaruddin Amin yang memberikan sambutan pada rapat senat terbuka menyatakan selamat kepada UIN Walisongo untuk peringatan hari jadi yang ke-46. Dalam kesempatan ini Kamaruddin mengutarakan tentang dorongannya agar perguruan tinggi keagamaan memiliki mutu atau kualitas yang berstandar dunia, utamanya kepada UIN Walisongo. “Meskipun kita belum masuk kategori 500 besar perguruan tinggi terbaik dunia, ada hal yang realistis, yaitu melakukan pengajaran dengan mutu dan kualitas yang berstandar dunia,” ungkapnya di depan hadirin. Dalam pandangan Kamaruddin, saat ini internasionalisasi kelembagaan merupakan hal yang sangat penting. Untuk menggapai cita-cita ini seluruh pimpinan hingga pegawai harus bekerja secara bersama demi menciptakan suasana yang kondusif dan bermutu melalui pengembangan kompetensi dosen, referensi dan bacaan yang berstandar internasional, kompetensi berbahasa, dan sarana seperti perpustakaan yang terbaik.
Sementara itu orasi ilmiah dalam peringatan puncak dies natalis disampaikan oleh Dr Misbah Zulfa Elizabeth M Hum dengan tema “Resistensi: Hidden Transcript Partisipasi Politik Perempuan”. Dalam orasinya Elizabeth mengritik partisipasi perempuan di kancah politik yang menurutnya masih sebatas lipservice, deskriptif, atau hanya sekadar memenuhi kuota undang-undang. “Banyak yang memandang bahwa perempuan seolah-olah tidak ada makna. Saya tergerak untuk membongkar dan meneliti itu. Saya menggunakan perangkat yang tidak digunakan peneliti lain,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sebenarnya partisipasi bukan barang baru dalam konteks kenegaraan. Sejarah tentang keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia merupakan sebuah proses panjang perjuangan perempuan di wilayah publik. Menurutnya Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tahun 1928 dapat disebut sebagai titik tonggak perjuangan perempuan di ranah politik. (MJ-16)

4 KOMENTAR

  1. cialis sicuro in linea free cialis cialisvipsale.com/cialis-for-sale-south-africa.html
    cialis coupons http://cialisvipsale.com/cialis-for-sale-south-africa.html
    cialis uk next day http://cialisvipsale.com/cialis-for-sale-south-africa.html
    effect of cialis on high blood pressurecialis generic 10mg no rxbula viagra cialiscialis class actionforum cialis ou viagracialis discouncialis erection problemscialis pills emailcialis kaufen aus hollandcialis not effectivecialis 5 mg price walmartcialis 5 mg scheda tecnica

Comments are closed.